INI berdasar data yang dipaparkan Gubernur Bali Wayan Koster pada acara Seminar Haluan Pembangunan Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125, jumat lalu. Koster mengatakan data jumlah siswa di Bali tahun 2023 sebesar 758.174 orang. Yang memakai nama Bali sebanyak 595.931 atau sekitar 79 persen.
Diuraikan jumlah siswa yang memakai nama Bali, untuk anak pertama (putu, wayan, gede) sebanyak 233.013 orang atau 39 persen;anak kedua (made,kadek,nengah) sebanyak 215.731 orang atau 36 persen;anak ketiga (komang, nyoman) sebanyak 109.198 orang atau 18 persen. Kata Koster, sudah menjadi peringatan dan harus menjadi perhatian jika tidak ada tindakan nyata nama ketut akan punah.
"Ketut semakin langka, kalau tidak dibenahi semakin punah. Dipertahankan ibu dengan empat anak. Jangan alasan empat anak tambah istri, tetapi dengan menjaga makanan kalau bisa kecuali telat kawin kayak saya, dianugerahi cuma dua,"ucapnya.
Koster meminta memiliki anak empat untuk menjaga kultur Bali, bukan soal jumlah pendudukan tetapi hilangnya warisan budaya. Dikatakan kabupaten Tabanan yang langka anak bernama Ketut. Koster meminta Bupati Tabanan untuk mengecek, sementara yang paling banyak di Buleleng.
Dikatakan total penduduk Provinsi Bali 4,3 juta dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,01 persen per tahun. [ni kadek novi febriani/radar bali]
Editor : Hari Puspita