Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Wow! Bahaya Angin Kencang Selat Bali, Ditaklukkan Perahu Layar

M.Ridwan • Jumat, 19 Mei 2023 | 14:07 WIB
MENERJANG GELOMBANG:  Perahu layar saat lomba perahu layar digelar di Banyuwangi, melintasi perairan Pelabuhan Gilimanuk pada Minggu (14/5). FOTO M. BASIR /RADAR BALI
MENERJANG GELOMBANG: Perahu layar saat lomba perahu layar digelar di Banyuwangi, melintasi perairan Pelabuhan Gilimanuk pada Minggu (14/5). FOTO M. BASIR /RADAR BALI
NEGARA, radarbali.id - Pada masa peralihan musim kemarau dan saat mulai musim kemarau, angin bertiup lebih kencang. Tandanya, mulai banyak warga bermain layangan. Selain layangan,  lomba perahu layar juga mulai digelar. Perahu layar menaklukkan ganasnya gelombang tinggi laut Selat Bali, terutama saat angin kencang terjadi.

Puluhan perahu layar mulai menghiasai Selat Bali. Seperti yang digelar Minggu (14/5) lalu, ratusan orang Gilimanuk juga menonton lomba layar yang pesertanya dari Banyuwangi dan Gilimanuk dengan start dan finish Wilayah Banyuwangi. "Penyelenggara di Banyuwangi, warga Gilimanuk juga ada yang mengikuti lomba tersebut," ujar Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, Kamis (18/5).

Sedangkan untuk lomba perahu layar tanpa mesin di wilayah Kelurahan Gilimanuk, rencananya tetap diselenggarakan seperti tahun - tahun sebelumnya pada bulan Agustus mendatang. Peserta berlayar dengan perahu tanpa mesin menaklukkan laut selat Bali yang terkenal dengan gelombang tinggi. "Bukan Agustus nanti sudah mulai banyak lomba perahu layar," jelasnya.

Terlebih pada musim peralihan dan punak musim kemarau nanti, angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi sering terjadi. Angin kencang dan gelombang tinggi yang membahayakan bagi penyeberangan kapal antara Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang.

Stasiun Klimatologi (Staklim) Bali, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bali sebelumnya menyampaikan pada musim peralihan ini yang berpotensi menyebabkan angin kencang. Tidak hanya di darat, tetapi juga di laut. Angin kencang yang terjadi di darat berpotensi menumbangkan pohon timbang dan angin kencang di laut bisa berpotensi menyebabkan gelombang tinggi.

Beberapa hari terakhir, terjadinya gelombang tinggi di Selat Bali hingga menyebabkan kapal penyeberangan terombang ambing cukup keras saat berada di tengah laut. BMKG memperkirakan  gelombang tinggi sekitar 2,5 meter hingga 4 meter, bahkan pada puncaknya termasuk ekstrem dimana tinggi gelombang mencapai 4 hingga 6 meter saat angin kencang terjadi.

Gelombang tinggi di Selat Bali ini akan lebih sering terjadi pada peralihan musim, apalagi selama musim kemarau. Warga pesisir, terutama nelayan agar waspada dan memantau informasi dari BMKG. Khsusus untuk pelabuhan penyeberangan, pihaknya mengimbau pengelola pelabuhan dan operator kapal untuk untuk tetap memantau situasi perkiraan cuaca dari BMKG. (bas/rid) Editor : M.Ridwan
#lomba perahu layar #stasiun klimatologi #selat bali #bmkg #menerjang gelombang