TABANAN,radarbali.id – Terulang lagi! Kemacetan parah terjadi di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk Minggu kemarin (30/7). Kemacetan parah lagi-lagi akibat dari truck yang tak kuat menanjak. Kondisi truck yang melintang di badan jalan membuat petugas lalu lintas dari Polsek Selemadeg Barat dibantu Satlantas Polres Tabanan terpaksa mengurai kemacetan dengan sistem buka tutup pada jalur itu.
Truck yang tak kuat menanjak tersebut akibat dari beban muatan truck yang melebihi kapasitas muatan.
Kapolsek Selemadeg Barat AKP Wibowo Sidi mengatakan kemacetan panjang yang terjadi sejak Sabtu malam hingga Minggu sore ini ulah dari truck yang melintang di tengah jalan.
Baca Juga: Cegah Lonjakan, DLHP Klungkung Siapkan Belasan Armada Antisipasi Peningkatan Tumpukan Sampah
Truck bernopol BK 8900 TF tersebut mogok ditengah jalan karena as roda truck patah ketika menanjak berada di tikungan Petangahan, Desa Lalanglinggah Selemadeg Barat.
Truck yang dikemudikan I Putu Edi Karsana, 33 asal Banyubiru, Jembrana datang dari arah Gilimanuk untuk menuju Denpasar. Truck yang bermuatan besi seberat 23 ton malah tak kuat menanjak Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 wita.
“Saat akan menanjak as roda truck patah tiba-tiba hingga membuat truck mundur,” kata AKP Wibowo, Minggu kemarin.
Kondisi truck yang mogok berada ditengah jalan ini membuat kemacetan parah. Apalagi kondisi lalu lintas cukup padat di Jalan Nasional. Pihaknya pun terpaksa mengurai kemacetan dengan sistem buka tutup jalan.
“Kami sementara saat ini sedang mengupayakan truck untuk evakuasi,” sebutnya.
Kerap kali truck macet di tanjakan akibat beban muatan yang over kapasitas sangat berdampak pada lalu lintas di jalur tengkorak. Pihaknya tidak henti-hentinya menghimbau kepada pengemudi truck untuk selalu memperhatikan kondisi jalan dan muatan truck.
Baca Juga: Sejumlah Santunan Sosial di Badung Macet Belum Berlanjut, Terkendala SPID, Apa Itu?
“Jalur tengkorak Gilimanuk-Denpasar ini kan, banyak tikungan yang langsung menanjak. Jadi kurangi beban muatan. Karena bukan kemacetan yang ditimbulkan, tetapi berdampak pula bagi jalan dibuat rusak,” pungkasnya. ***
Editor : M.Ridwan