Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Miris! Terkendala Biaya Pemulangan, PMI Sakit di Polandia Tak Kunjung Dipulangkan Sejak Februari 2023

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Senin, 2 Oktober 2023 | 16:00 WIB

 

SAKIT: Kondisi PMI asal Indonesia Agus Listianingsih yang masih tergolek lemah di RS Bydgoszcz, Polandia.
SAKIT: Kondisi PMI asal Indonesia Agus Listianingsih yang masih tergolek lemah di RS Bydgoszcz, Polandia.

MANGUPURA, radarbali.id - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI), Agus Listianingsih, 49, kini tengah terbaring lemah di rumah sakit universitas di Bydgoszcz, Polandia. Pasalnya, Listianingsih mengalami persistent vegetative state pasca operasi amandel pada tanggal (1/2) lalu.

Diberitakan sebelumnya, Listianingsih berangkat secara mandiri untuk bekerja di salah satu spa Polandia bersama sang adik pada Desember 2021.  Ia pun memiliki keluhan sakit amandel sejak dulu, dan ketika keluhannya kumat, Listianingsih akhirnya dianjurkan melakukan operasi amandel di rumah sakit universitas di Bydgoszcz.

Namun ketika operasi, terjadi pendarahan yang mengakibatkan terhambatnya oksigen ke otak dan sempat henti jantung selama beberapa detik. Akibatnya Listianingsih mengalami koma selama kurang lebih dua bulan.

Saat ini kondisinya pun hanya tersadar, namun tak bisa merespon apapun atau dalam fase seperti lumpuh. Pihak rumah sakit menganjurkan agar PMI asal Badung ini dirawat di dekat keluarga, sehingga mungkin saja penyembuhannya lebih cepat setelah menerima stimulasi dari suara keluarga.

Kendati demikian, pemulangan Listianingsih terkendala biaya sejak delapan bulan lalu. Sang anak semata wayang, Octa Serra Wulandari, 29, ungkap biaya pemulangan ibunya berkisar Rp700 juta. Dengan nominal tersebut, diakuinya dari pihak belum tidak mampu untuk membiayai kepulangan.

SAAT SEHAT: PMI asal Badung Bali Agus Listianingsih semasa sehat. Saat ini di diagnosis sakit amandel akut
SAAT SEHAT: PMI asal Badung Bali Agus Listianingsih semasa sehat. Saat ini di diagnosis sakit amandel akut

“Cuma kita kendala untuk pulang mama itu adalah di biaya. Itu estimasi biaya kurang lebih Rp700 juta. Karena jujur saya dari keluarga pas-pasan, makanya sampai kenapa mama harus kerja ke luar negeri untuk menghidupi dirinya dan membantu juga kebutuhan saya,” tuturnya.

Berbagai upaya juga sudah saya dilakukan. Mulai dari melapor ke BP2MI dan Disnaker Badung. Dari Disnaker Badung dalam hal ini sudah menanggapi dan melapor ke Kemenlu, DPRD Bali, maupun Disnaker pusat.

Laporan sudah dilayangkannya ke pemerintah sejak (20/2). Kendati demikian, kepulangan sang mama terkendala oleh anggaran lantaran Listianingsih berangkat secara jalur mandiri dan tidak ditanggung oleh pemerintah.

“Saya didatangi sama kepala perlindungan PMI. Dia menyampaikan bahwa memang untuk kepulangan mama itu dari negara atau dari pemerintah tidak ada anggaran, karena mama berangkatnya secara mandiri,” ungkapnya.

Baca Juga: Denpasar Darurat Sampah, Siap-siap yang Buang Sampah Sembarangan Kena denda Rp 50 Juta

Ia tetap berupaya agar pemerintah bisa membantu pemulangan Listianingsih yang hingga saat ini masih terbaring di rumah sakit dan dirawat tantenya.

“Saya bilang sama dari perwakilan Kemenlu, bagaimanapun mama kan tetap WNI dan berangkatnya pun legal, bukan ilegal. Apalah warga negara legal yang bekerja di sana juga ga ada perlindungan apapun dari pemerintah?,” sambungnya.

Akhirnya saat ini dari pemerintah hanya bisa membantu dengan memberikan pengacara untuk menangani kasus dugaan malpraktek yang masih bergulir di pengadilan setempat sejak bulan Mei atau Juni 2023. Sehingga jika kasusnya berhasil dimenangkan, kompensasinya akan digunakan untuk biaya pemulangan.

Tahapan di pengadilan saat ini masih dalam proses interogasi dan menurutnya sangat lama. Kini ia pun tengah menunggu hasil dari persidangan dan kepastian dari pemerintah. Upaya lainnya juga sudah dilakukan dengan membuka donasi. Namun, donasinya juga macet dan bahkan belum mencapai 10 persen dari biaya pemulangan.

Biaya rumah sakit sejak sebelum operasi hingga saat ini masih bisa di-cover oleh asuransi pekerjaan dengan total mencapai Rp3,7 miliar. Pihak keluarga mengkhawatirkan jikalau nanti asuransi sudah tidak bisa meng-cover karena Listianingsih dalam kondisi tidak bekerja.

“Apalagi mama dalam kondisi tidak bekereja, kan pasti akan dicabut atau gimana. Sedangkan kita untuk biaya pulang Rp700 juta saja susah, apalagi nanti harus membayar biaya rumah sakit kalau misalnya asuransi itu dicabut,” ucapnya.

Pihak keluarga saat ini hanya bisa berharap agar Listianingsih dapat dipulangkan dan dirawat oleh keluarga. Hal ini diharapkannya bisa membantu stimulasi dan mempercepat kesembuhannya. Saat ini pun Octa tinggal bersama dengan orang tua dari Listianingsih atau kakeknya di Bali.

“Harapan satu-satunya hanya pemerintah yang bisa membantu, karena upaya apapun sudah dilakukan dari pihak keluarga tapi tetap buntu. Kalau bukan ke pemerintah, mau minta tolong sama siapa lagi. Kan mama warga negara dan juga legal. Yang ilegal saja dibantu, masa mama yang legal dibiarkan di negara orang sakit kayak gitu,” kata Octa.***

 

Editor : M.Ridwan
#sakit #Agus Listianingsih #pmi #polandia #pekerja migran indonesia