DENPASAR, radarbali.id – Puluhan keluarga korban bom Bali berkumpul di Ground Zero (GZ) tempat Monumen Bom Bali 1 di jalan Legian, Kuta, Kamis (12/10/2023).
Mereka melakukan tabur bunga di area titik ledakan yang menewaskan 202 orang dan ratusan lainnya luka-luka itu.
Kesedihan masih terpancar tatkala bunga menebar di area kolam yang melingkar di titik yang dulunya dikenal sebagi Paddy’s Pub dan Sari Club itu.
Tanpa ingin menguingkit luka lama, Kepolisian Daerah Bali mengajak masyarakat bersatu melawan terorisme dalam mengenang tragedi bom Bali, yang terjadi 21 tahun lalu, tepatnya 12 oktober 2022. Polda Bali menegaskan tidak ada tempat bagi teroris di Indonesia.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kombespol Jansen Avitus Panjaitan, Kamis (11/10) mengungkapkan, tragedi kelam tersebut hanya meninggalkan kesedihan dan luka yang mendalam dari para korban dan keluarga, serta kerabat yang ditinggalkan.
Aksis teror yang mengakibatkan 202 orang tewas dan 209 orang mengalami luka berat maupun ringan, terus berdoa semoga arwah mereka mendapatkan tempat terbaik disisi Tuhan.
Baca Juga: Juru Parkir Tikam Tamu Lokalisasi Danau Tempe hingga Sekarat, Teman-Teman Korban Malah Rusak Pagar
Pun keluarga serta kerabat yang ditinggalkan diberi ketabahan. Dalam kesempatan ini, Juru Bicara Polda Bali ini mengajak seluruh komponen masyarakat, pemerintah maupun pihak lainnya, untuk bersatu, jaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama.
"Ya, hidup damai berdampingan dan sama-sama kita jaga keamanan sehingga tragedi serupa tidak terulang kembali di negeri yang kita cintai ini khususnya Bali," timpal Mantan Kapolresta Denpasar ini.
Ia mengajak untuk jadikan "Bhineka Tunggal Ika" yang tertulis pada lambang Negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila, sebagai moto atau semboyan bangsa Indonesia yang menggambarkan kondisi Indonesia yang mempunyai banyak keragaman budaya, adat, suku, agama, bahasa dan ras, namun tetap menjadi satu dalam bingkai bangsa Indonesia yang aman dan damai saling menghargai perbedaan.
Pentingnya memperkuat kerja sama antar negara untuk tidak hanya melawan aksi teror, tetapi juga mencegah paham-paham radikalisme yang menjadi bibit terorisme.
"Dan, yang pasti dan dipastikan tidak ada tempat bagi terorisme di tanah air Indonesia yang kita cintai ini. Mari sama-sama menjaga persatuan dan tetap waspada," tutup KBP Jansen.***
Editor : M.Ridwan