Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kabar Gembira! Lama Menunggu, Bali Miliki Layanan Kanker RSBM Dilengkapi Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 29 November 2023 | 16:00 WIB

 

 

CANGGIH: Instalasi Kanker terpadu Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM)  memiliki Pelayanan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler
CANGGIH: Instalasi Kanker terpadu Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) memiliki Pelayanan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler

DENPASARradarbali.id - Setelah lama direncanakan, akhirnya  Instalasi Kanker terpadu Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM)  memiliki Pelayanan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler sehingga bisa menjadi rujukan utama untuk penyembuhan kanker.

Seperti diketahui jumlah pasien kanker yang banyak dan waktu antre untuk terapi sangat lama karena kapasitas pelayanan yang terbatas di RS Prof Ngoerah. Kini layanan untuk pasien kanker   sudah ada di  RSBM  sehingga mengurangi antrean di RS Prof Ngoerah. Ditambah dengan fasilitas yang lengkap mendekati paripurna. 

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Azhar Jaya menyatakan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler  pertama di Bali beroperasi  RSUD Bali Mandara.

Baca Juga: Tegang, Sidang Sengketa Tanah Desa Adat Klecung Selemadeg Timur Tabanan, Kedua Belah Pihak Sama-Sama Kerahkan Massa

Dikatakan, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melakukan mapping memperkuat pelayanan layanan lima jenis penyakit, yakni kanker, jantung,  stroke, uronefro, dan kesehatan ibu dan anak. Sehingga harus memperkuat layanan rumah sakit tidak hanya vertikal tapi juga rumah sakit daerah, seperti RSBM menjadi tingkat utama. 

RSBM mengampu rumah sakit kabupaten/kota. Sementara RS Prof Ngoerah direncanakan fokus mengampu Nusa Tenggara Barat (NTB) dan NTT (Nusa Tenggara Timur). 

Diharapkan masyarakat tidak berobat ke luar Bali atau sampai ke Jakarta, bagi penderita kanker cukup datang ke RSBM. "'RS Prof Ngoreh berfungsi untuk regional. Untuk kanker cukup sampai ke RSBM saja tidak perlu ke Jakarta. 

Baca Juga: Praka JG dan Pratu VS Diperiksa Maraton di Pomdam, Diduga Ikut Culik 33 PSK, Sanksi Berat Jika Terbukti Beking Prostitusi

Akan kami perkuat semua rumah sakit," jelasnya pada acara Pembukaan Layanan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara, Denpasar  kemarin (28/11)

"Oleh sebab itu, Kami akan terus memperkuat Rumah Sakit baik itu milik Kementerian Kesehatan (RSUP Prof. Ngoerah Sanglah) maupun Rumah Sakit Bali Mandara. Tentu semua itu bisa terwujud berkat kerjasama dan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah," tandasnya. 

Sementara itu, hadir Penjabat (Pj) Gubernur Bali S.M Mahendra Jaya dalam sambutannya,  berharap  penambahan peralatan supaya lengkap sehingga masyarakat bali lebih mudah dan cepat mendapat penanganan.

Baca Juga: Bali United vs Stallion Laguna FC: Wajib Menang di Laga Krusial, Cek Prediksi Susunan Pemain!

"Besar harapan RSBM terus dapat meningkat kelengkapan fasilitas layanan kanker menuju  strata paripurna. Mohon menambah alat dan sarana kesehatan," harapnya.  

Diakuinya, menjadi  kebanggaan bagi Provinsi Bali memiliki layanan kedokteran nuklir dan teranostik molekuler, yang jumlahnya terbatas di Indonesia. 

Dengan pelayanan ini, Pj. Gubernur Mahendra Jaya berharap kedepannya akan memberikan dampak yang besar untuk meningkatkan derajat kesehatan penduduk Bali terutama untuk penanganan penyakit kanker secara komprehensif, bukan hanya pengobatannya saja tetapi juga yang jauh lebih penting adalah deteksi dini terhadap penyakit kanker.

Baca Juga: Ngeri, Balita yang Diboceng Tewas dalam Kecelakaan di Jalan Denpasar - Gilimanuk

Terkait panjangnya waktu tunggu pasien kanker dalam mendapatkan terapi nuklir dan molekuler karena Rumah Sakit yang berkompeten dalam menangani kanker jumlahnya terbatas, dibandingkan dengan jumlah pasien kanker.

"Kami mohon dapat dibantu oleh Kemenkes melalui Bapak Dirjen penambahan sarana dan prasarana alat kesehatan untuk layanan PET CT dan Cyclotron karena layanan tersebut saat ini belum tersedia di Bali," imbuhnya. 

Ditambahkan, dengan dibukanya Layanan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler di Rumah Sakit Bali Mandara dapat memberikan kontribusi besar di kemudian hari untuk kesehatan masyarakat Bali dan masyarakat Indonesia pada umumnya.***

Editor : M.Ridwan
#terapi kanker #Bali Mandara #teranostik #layanan kanker #nuklir #rumah sakit #rsbm