DENPASAR, radarbali.id - Setelah lama direncanakan, akhirnya Instalasi Kanker terpadu Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) memiliki Pelayanan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler sehingga bisa menjadi rujukan utama untuk penyembuhan kanker.
Seperti diketahui jumlah pasien kanker yang banyak dan waktu antre untuk terapi sangat lama karena kapasitas pelayanan yang terbatas di RS Prof Ngoerah. Kini layanan untuk pasien kanker sudah ada di RSBM sehingga mengurangi antrean di RS Prof Ngoerah. Ditambah dengan fasilitas yang lengkap mendekati paripurna.
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Azhar Jaya menyatakan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler pertama di Bali beroperasi RSUD Bali Mandara.
Dikatakan, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melakukan mapping memperkuat pelayanan layanan lima jenis penyakit, yakni kanker, jantung, stroke, uronefro, dan kesehatan ibu dan anak. Sehingga harus memperkuat layanan rumah sakit tidak hanya vertikal tapi juga rumah sakit daerah, seperti RSBM menjadi tingkat utama.
RSBM mengampu rumah sakit kabupaten/kota. Sementara RS Prof Ngoerah direncanakan fokus mengampu Nusa Tenggara Barat (NTB) dan NTT (Nusa Tenggara Timur).
Diharapkan masyarakat tidak berobat ke luar Bali atau sampai ke Jakarta, bagi penderita kanker cukup datang ke RSBM. "'RS Prof Ngoreh berfungsi untuk regional. Untuk kanker cukup sampai ke RSBM saja tidak perlu ke Jakarta.
Akan kami perkuat semua rumah sakit," jelasnya pada acara Pembukaan Layanan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara, Denpasar kemarin (28/11)
"Oleh sebab itu, Kami akan terus memperkuat Rumah Sakit baik itu milik Kementerian Kesehatan (RSUP Prof. Ngoerah Sanglah) maupun Rumah Sakit Bali Mandara. Tentu semua itu bisa terwujud berkat kerjasama dan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah," tandasnya.
Sementara itu, hadir Penjabat (Pj) Gubernur Bali S.M Mahendra Jaya dalam sambutannya, berharap penambahan peralatan supaya lengkap sehingga masyarakat bali lebih mudah dan cepat mendapat penanganan.
Baca Juga: Bali United vs Stallion Laguna FC: Wajib Menang di Laga Krusial, Cek Prediksi Susunan Pemain!
"Besar harapan RSBM terus dapat meningkat kelengkapan fasilitas layanan kanker menuju strata paripurna. Mohon menambah alat dan sarana kesehatan," harapnya.
Diakuinya, menjadi kebanggaan bagi Provinsi Bali memiliki layanan kedokteran nuklir dan teranostik molekuler, yang jumlahnya terbatas di Indonesia.
Dengan pelayanan ini, Pj. Gubernur Mahendra Jaya berharap kedepannya akan memberikan dampak yang besar untuk meningkatkan derajat kesehatan penduduk Bali terutama untuk penanganan penyakit kanker secara komprehensif, bukan hanya pengobatannya saja tetapi juga yang jauh lebih penting adalah deteksi dini terhadap penyakit kanker.
Baca Juga: Ngeri, Balita yang Diboceng Tewas dalam Kecelakaan di Jalan Denpasar - Gilimanuk
Terkait panjangnya waktu tunggu pasien kanker dalam mendapatkan terapi nuklir dan molekuler karena Rumah Sakit yang berkompeten dalam menangani kanker jumlahnya terbatas, dibandingkan dengan jumlah pasien kanker.
"Kami mohon dapat dibantu oleh Kemenkes melalui Bapak Dirjen penambahan sarana dan prasarana alat kesehatan untuk layanan PET CT dan Cyclotron karena layanan tersebut saat ini belum tersedia di Bali," imbuhnya.
Ditambahkan, dengan dibukanya Layanan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler di Rumah Sakit Bali Mandara dapat memberikan kontribusi besar di kemudian hari untuk kesehatan masyarakat Bali dan masyarakat Indonesia pada umumnya.***
Editor : M.Ridwan