Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cuaca Buruk dan Air Laut Surut Hambat Penyeberangan Selat Bali, Antrean Truk Sempat Panjang

Muhammad Basir • Kamis, 28 Desember 2023 | 04:41 WIB

 

LEBIH LAMA: Antrean truk menuju dermaga LCM antre panjang akibat cuaca di Selat Bali.
LEBIH LAMA: Antrean truk menuju dermaga LCM antre panjang akibat cuaca di Selat Bali.

NEGARA, radarbali.id - Cuaca Selat Bali menghambat lalulintas penyeberangan Lintas Gilimanuk - Ketapang. Akibatnya di tengah padatnya kendaraan yang keluar dan masuk Bali, banyak kendaraan yang harus antre lebih lama di pelabuhan.

Seperti yang terjadi Rabu (27/12), akibat air laut surut, dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk yang semestinya bisa untuk sandar tiga kapal, hanya bisa digunakan untuk sandar satu kapal. Akibatnya, ratusan kendaraan antre hingga keluar di Pelabuhan Gilimanuk, terutama angkutan barang.

General manajer PT. ASDP Cabang Ketapang Syamsudin mengatakan, antisipasi terjadinya air surut ini sudah diantisipasi dengan kapal besar perbantuan sebanyak 4 unit. "Cuaca memang tidak bisa kita hindari. Tetapi bisa kita siasati," ujarnya.

 Baca Juga: Terompet Kertas Serbu Jalanan Kota untuk Sambut Tahun Baru

Dermaga LCM yang sering terganggu jika terjadi air surut, sudah berlangsung hingga beberapa hari ke depan upaya penyedotan pasir untuk memperdalam areal manuver kapal yang akan berlabuh di dermaga LCM.

"Kalau dulu saat bongkar muat, kapal tidak bisa beroperasi secara keseluruhan. Tetapi sekarang dari tiga tempat sandar, hanya satu space yang tidak bisa digunakan kapal sandar. Pengerukan yang dilakukan tidak menutup keseluruhan saat air laut surut," tegasnya.

Syamsudin menyebut, kendala yang terjadi di dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, tidak berpengaruh besar terhadap kelancaran penyeberangan. Karena dengan dermaga MB tersedia masih 95 persen lalu lintas penyeberangan beroperasi dengan baik.

 Baca Juga: Tinjau TPA Sente, Pj Bupati Klungkung Kaget Lihat Alat Berat Milik Swasta, Begini Reaksinya

Penyeberangan lintas Selat Bali pada masa liburan Natal dan Tahun baru, setelah hari Raya Natal masih landai lancar. Dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang sempat terjadi kepadatan dari Selasa malam hingga Rabu pagi, tetapi sudah bisa terurai sehingga siang hari sepi.

Diprediksi mulai hari ini (28/12), terjadi kepadatan yang masuk Bali hingga jelang malam tahun baru.   Sedangkan arus baliknya dimulai pada 1-4 Januari, kemudian pada 5 Januari sudah mulai menurun.

"Antisipasi kami arus balik nanti, sudah siapkan buffer zone di fasilitas parkir Gilimanuk. Pada saat terjadi kepadatan Selasa malam sudah disimulasikan dan terbukti lancar. Ke depan akan ditetapkan sesuai dengan kondisi," ungkapnya.

Pihaknya sudah menyediakan 53 unit kapal termasuk 4 kapal bantuan berukuran besar, sehingga bisa mengurai banyaknya kendaraan yang akan keluar Bali pada saat arus balik.

Katanya akan mengatur lebih baik lagi kendaraan yang akan masuk pelabuhan agar tidak ada antrean.

Kapolda Bali Irjen. Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait sudah mengantisipasi kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk menghadapi libur tahun baru.

"Sudah diantisipasi oleh posko, dalam rapat lintas sektoral sudah disampaikan mengenai kesiapan kapal penyeberangan dan kantong parkir," ujarnya.

Sepanjang jalur dari pelabuhan Gilimanuk menuju Denpasar dan daerah tujuan lain di Bali sudah disiapkan pengamanan. Pada arus balik liburan Nataru, pihaknya sudah mengantisipasi karena sudah pasti terjadi kepadatan kendaraan yang akan keluar Bali.

 "Polda Bali juga sudah mengerahkan personil untuk pengamanan,* tegasnya.***

Editor : M.Ridwan
#truk #selat bali #LCM #lalulintas penyeberangan #antrean kendaraan #Gilimanuk - Ketapang #cuaca buruk