Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ratusan Lontar di Griya Satria Usia 3 Abad Lebih Dikonservasi, Isinya Ragam Pengetahuan, Begini Keinginan Pemiliknya

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 13 Februari 2024 | 15:25 WIB
MASIH BAGUS: Ratusan lembar lontar yang saat ini sedang dikonservasi di Griya Satria Denpasar
MASIH BAGUS: Ratusan lembar lontar yang saat ini sedang dikonservasi di Griya Satria Denpasar
 
DENPASAR, radarbali.id Sebanyak 117 lontar diduga usia 3 abad lebih ditemukan dalam kondisi baik dikonservasi dan identifikasi oleh Penyuluh Bahasa Bali Kota Denpasar di Griya Satria, Jalan Abimanyu Denpasar serangkaian. (12/2).
 
Konservasi ini  dalam rangka Bulan Bahasa Bali. Ada juga  lontar yang disimpan dalam besek besar kondisinya  rusak. 
 
Pemilik lontar Ida Pedanda Gede Oka Mas mengatakan, lontar yang ada ini berusia 324 tahun. Pihaknya sangat ingin mengetahui semua isi dalam lontar tersebut. Juga berharap bisa mencari orang yang bisa menyusun kembali lontar yang dalam kondisi rusak.
 
Baca Juga: Entry Meeting Pemeriksaan Laporan Keuangan di Kanwil Kemenkumham Bali Tahun 2023 Oleh BPK RI , Begini Catatannya
 
 Ratusan lontar ada berbagai pengetahuan dari usada atau pengobatan, parwa, dasa nama, geguritan dan lainnya.
 
“Sudah lama tidak tersentuh masih disimpan. Terakhir tahun 2006 pernah dilakukan perawatan oleh Fakultas Sastra Unud. Juga pengisian judul,” kata Ida Pedanda Gede Oka. 
 
Sebelumnya juga pernah  dilakukan pembacaan isi lontar dan dituangkan dalam bentuk makalah. Namun setelah itu, belum dilakukan pembersihan dan pembacaan kembali. "Keberadaan lontar ini menurut Ida berkaitan dengan keberadaan griya ini," ungkapnya.
 
Baca Juga: Masuk Masa Tenang, Bawaslu Gelar Patroli Hingga Tingkat TPS, Ini Alasannya
 
Griya ini berdiri pada tahun 1700 dengan leluhurnya berasal dari Griya Delod Peken Sanur.
 
“Leluhur kami dituur (dijemput) oleh Raja Jambe Ksatrian. Namun setelah itu raja dibunuh, sehingga leluhur kami bersedih. Makanya 200 tahun kosong tidak ada sulinggih. Dan saya mengawali tahun 2014,” katanya.
 
ILMU PENGETAHUAN: Lipatan ratusan lontar di Griya Satria Denpasar sedang dibaca oleh ahli bahasa
ILMU PENGETAHUAN: Lipatan ratusan lontar di Griya Satria Denpasar sedang dibaca oleh ahli bahasa
 
Ia berpandang dari ratusan lontar itu bisa saja  terselip sejarah leluhurnya. Ia menjelaskan jika belum ada satu pun lontar ini yang telah dialihaksara dan alihbahasakan.
 
Baca Juga: Pelaku Usaha dan Komponen Pariwisata Minta Pemprov Bali Transparan Kelola Pungutan Wisatawan Asing
 
Selain itu, Ida juga berencana melakukan pembersihan atau perawatan lontar ini secara rutin.
 
"Nanti rencananya setiap enam bulan dilakukan  pembersihan, juga ada pembacaan isi lontar,” pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan
#Griya Satria #lontar #Bulan Bahasa Bali #konservasi #identifikasi