DENPASAE, radarbali.id - Seperti di daerah-daerah lain, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Denpasar, Rabu (1/5/2024), juga diwarnai aksi turun ke jalan ratusan buruh/pekerja.
Ternyata bukan hanya buruh, aksi mereka juga dibackup puluhan mahasiswa dan Organisasi Memasyarakatan untuk perjuangkan hak-hak pekerja.
"Salah satu serikat yang turut dalam aksi tersebut yakni Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM)," kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, Rabu (1/5/2024).
Yakni, dari Aliansi Mahasiswa Papua dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Patriot Garuda Nusantara. Untuk menghindari hal-hal tak diinginkan, tak kurang 520 petugas gabungan dari Polresta Denpasar, Polda Bali, Brimob, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pecalang disiagakan.
Selain itu, petugas juga memisah kedua kelompok agar tidak bertemu di satu titik. PGN berada di sekitar bundaran Renon, sedangkan AMP melakukan aksi di sebelah barat Jalan Raya Puputan Renon.
"Kami dari kepolisian telah berkoordinasi dengan perwakilan dari masing-masing kelompok, untuk memastikan bahwa aksi berlangsung secara tertib dan damai," tutur Kasihumas.
Sebelumnya Wakapolresta Denpasar AKBP I Made Bayu Sutha Sartana menyatakan, dengan dikerahkan sekitar 520 personel gabungan menunjukkan keseriusan pihak keamanan dalam menjaga kondusivitas selama peringatan Hari Buruh.
Bayu Sutha saat memimpin apel kesiapan menekankan pentingnya penanganan yang humanis dan profesional oleh seluruh personel keamanan yang bertugas.
Pihaknya menginstruksikan semua personel untuk tidak membawa senjata api dalam menjalankan tugas hari ini. Pendekatan yang humanis dan mengedepankan dialog. "Ya, diharapkan dapat mencegah terjadinya gesekan antara peserta aksi dan aparat keamanan," tutupnya. ***
Editor : M.Ridwan