Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Agresi Brutal, Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah – Aisyiyah Serukan Aksi Bela Palestina dan Kutuk Israel

Tim Redaksi • Selasa, 7 Mei 2024 | 12:18 WIB
BELA PALESTINA: Forum Rektor Muhammadiyah dan Aisyah akan menggelar aksi Bela Palestina, 7 Mei 2024
BELA PALESTINA: Forum Rektor Muhammadiyah dan Aisyah akan menggelar aksi Bela Palestina, 7 Mei 2024

DENPASAR, radarbali.id – Konflik dan penindasan Israel terhadap rakyat Palestina lantaran nasfu menjajah memicu simpati luas. Hampir satu abad konflik Israel-Palestina tak kunjung berujung.

Pemicunya, misi Zionis Israel untuk menguasai tanah Palestina. Berbagai serangan, penindasan, pengusiran, dan pembunuhan dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

 Sejak 7 Oktober 2023 hingga saat ini, agresi dan serangan militer Israel terhadap warga Palestina merupakan serangan yang paling keji, biadab, dan brutal dalam sejarah konflik Israel dan Palestina.

 Baca Juga: Bendesa Adat Berawa Terjaring OTT, Sekda Provinsi Bali Minta Jangan Kaitkan dengan Desa Adat, Gandeng KPK Pastikan Hal ini

Korban terbunuh telah mencapai hampir 35.000 orang dan terluka mencapai lebih dari 77.867 orang, yang sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

 Bahkan saat ini, sebagian besar jalur Gaza telah menjadi puing-puing. Pasokan makanan dan bantuan kemanusiaan ke Palestina diawasi dan dibatasi secara ketat oleh tentara Israel.

”Akibatnya kelaparan menjadi pemandangan yang sangat memilukan di Palestina saat ini,” ungkap H. Ismoyo  Soemarlan, selaku Rektor ITBM dalam siaran pers yang diedarkan Senin (6/5/2024).

Ironisnya, tindakan yang dilakukan Israel terhadap Palestina justru di dukung negara-negara besar. Seperti, Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat.

Menyikapi hal tersebut, Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah menyatakan sikap tegasnya sebagai berikut: 

 

  1. Mengutuk keras Israel atas agresi dan serangan militer yang sangat Jdak proporsional, penangkapan massal terhadap warga sipil Palestina, perusakan berbagai fasilitas umum, utamanya fasilitas Kesehatan, serta blokade bantuan kemanusiaan.
  1. Mengecam sikap Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, dan negara-negara serta pihak-pihak lainnya yang terus memberikan dukungan dan bantuan terhadap Israel dalam agresi dan penyerangannya terhadap Palestina.
  1. Meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memaksa dan memfasilitasi perundingan dan gencatan senjata Israel dan Palestina.
  1. Mendukung Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) mengadili Benjamin Netanyahu dan tokoh-tokoh Israel lainnya yang terlibat dalam genocide warga PalesJna.
  1. Mengecam Organisasi Kerjasama Islam, Rabithah Alam Islami, dan negara-negara Arab yang bersikap lemah dan cenderung membiarkan Israel secara leluasa melakukan penyerangan dan pembunuhan hanya untuk kepentingan dalam negeri mereka sendiri.
  1. Meminta kepada Pemerintah Indonesia, agar tidak berpikir sedikit pun dan apalagi melakukan langkah-langkah politik untuk membuka hubungan diplomaJk dengan negara agresor dan pelaku genocide Israel.
  1. Atas nama hak asasi manusia dan pesan agung Konsstitusi Republik Indonesia yang menegaskan bahwa segala bentuk penjajahan harus dihapuskan, serta aspek historis relasi Indonesia dan Palestina, kami meminta agar Pemerintah Indonesia memperkuat jalinan diplomasi dengan negara-negara lain untuk mewujudkan lahirnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
  1. Mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus memberikan perhatian serius terhadap perkembangan konflik Israel dan Palestina, dengan terus memberikan bantuan moral, material, dan spiritual terhadap perjuangan rakyat Palestina.***
Editor : M.Ridwan
#aksi bela palestina #kutuk israel #bela palestina #bali #Aisyiyah #muhammadiyah