Cegah Terulangnya Kebakaran, Pemprov Bali Terjunkan Tim Jaga TPA Suwung, Ganggu Hajatan WWF? Begini Kata Pj Gubernur Bali
Ni Kadek Novi Febriani• Sabtu, 11 Mei 2024 | 04:02 WIB
TERJUNKAN TIM JAGA: Pemprov Bali menerjunkan tim jaga gabungan di TPa Suwung untuk mencegah kebakaran. Potret aktivitas Kamis lalu(9/5/2024)
DENPASAR, radarbali.id - Menjelang hajatan internasional WWF (World Water Forum) 2024, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar Rabu (8/5). Namun dalam waktu kurang dari 24 jam rembetan api berhasil dipadamkan.
Untuk itu, Pemprov Bali menerjunkan tim gabungan berjaga di TPA Suwung supaya tidak terjadi kebakaran.
PJ Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya saat dikonfirmasi mengatakan kebakaran yang terjadi tidak akan menganggu WWF yang ke-10 dilaksanakan pada 18 hingga 24 Mei 2023 mendatang. "Tidak mengganggu api tadi malam (dua hari lalu) sudah padam,” katanya.
Tim bertindak cepat melakukan pemadaman api dan pendinginan sampah di TPA Suwung. Selanjutnya, untuk mencegah kebakaran di TPA Suwung Pemprov Bali akan siagakan beberapa personel dari beberapa stakeholder.
“Personel untuk melakukan pengawasan tim gabungan dari Dinas LHK dan Satpol PP mengawasi penanaganan sampah untuk cegah dini dari kemungkinan terjadinya kebakaran,” tandasnya.
Seperti diketahui TPA Suwung Kota Denpasar mengalami musibah kebakaran pada Rabu (8/5) sore. Kejadian tersebut membuat Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar bergerak cepat.
Alhasil, setelah berjibaku kurang lebih 5 jam, tim pemadam kebakaran Kota Denpasar yang dibantu Tim Damkar Kabupaten Badung, BPBD Provinsi Bali dan Pelindo ini berhasil memadamkan si jago merah.
Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana menjelaskan, musibah kebakaran TPA Suwung ini terjadi sekitar Pukul 15.30.
Titik api bermula dari tumpukan sampah sisi barat dekat kolam lindi. Sehingga, guna menangani kejadian tersebut, tim damkar Kota Denpasar langsung berkordinasi dengan mengerahkan sedikitnya 5 unit armada.
Damkar Kabupaten Badung mengerahkan 5 unit armada, Pelindo mengerahkan 1 unit armada dan BPBD Provinsi Bali mengerahkan 2 unit Mobil Tangki.
Lebih lanjut dijelaskan, adapun area yang terbakar diperkirakan seluas 0,35 Hektar atau 35 are. Fokus penanganan menggunakan sistem manual dengan mengeruk area yang terbakar untuk selanjutnya disemprot menggunakan air.
Sedangkan manajemen air menggunakan sistem tandon dengan suplai air bergiliran dari masing-masing armada.
"Kita bersyukur, dengan teknik ini api dapat dipadamkan, kurang lebih selama 5 jam, dan semoga tidak timbul api lagi, setelah titik api padam, tahap selanjutnya adalah pendinginan kurang lebih selama 3 jam, setelah itu akan stand by armada 3 unit sebagai langkah antisipasi," ujar Tirana.***