KUTA,radarbali.id – Setelah memberangkatkan calon jemaah haji reguler beberapa waktu lalu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melepas 87 calon jemaah haji khusus di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, Jumat (7/6) malam.
Total keseluruhan haji khusus ini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk 20 orang dari Bali. Ketua Tim Pelayanan Haji Reguler Bidang PHU Kemenag Provinsi Bali Muhammad Nasihuddin menerangkan, sesuai regulasi, ada pemberangkatan haji reguler dan haji khusus.
Pada keberangkatan kali ini mereka didampingi oleh pihak travel, karena sudah memenuhi syarat kesehatan sebagaimana yang ditetapkan pemerintah. Kali ini jumlah calon jemaah haji khusus paling banyak dihandel travel Bumi Nata Wisata, dengan jumlah keseluruhan 87 orang.
“Kalau di Bali, untuk haji reguler sudah dilakukan. Saat ini haji khusus dari Bumi Nata Wisata,” jelas Nasihuddin di sela-sela pelepasan.
Terkait jadwal pemberangkatan mendekati batasan akhir masuk ke Jedah, Makkah, Nasihuddin tak menampik.
Salah satu pertimbangannya karena jadwal yang sudah ditentukan. Selain itu, masa tinggal calon jemaah haji khusus di Arab Saudi relatif lebih singkat antara 20-28 hari.
“Kalau khusus haji khusus, pendampingan itu dilakukan oleh PIHK (Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus). Mereka juga bisa berangkat setelah memenuhi syarat kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah,” tandasnya.
Meski tidak ada pendampingan khusus dalam perjalanan, Nasihuddin mengaku kalau pemerintah tetap memantau di Arab Saudi dan sudah ada tim di sana. Rentang usia calon jemaah haji khusus yang berangkat kali ini antara 36 tahun hingga 69 tahun.
Sementara itu, Manajer Bumi Nata Wisata, Hari Sumarno mengungkapkan, dari data yang ada, 87 orang calon Jemaah haji khusus berasal dari Jakarta, Solo, dan sejumlah daerah lainnya di Indonesia, termasuk Bali.
“Jadi, mereka yang dari Jakarta, Solo dan daerah lainnya datang ke sini. Kalau dari Bali sendiri totalnya ada 20 orang yang berangkat haji,” terang Hari Sumarno.***
Editor : M.Ridwan