DENPASAR, radarbali.id – Anasir gabungan BEM Unud dan Undiknas Denpasar melancarkan aksi demonstrasi ke Kantor KPU Provinsi Bali jalan Cok Agung Tresna Denpasar, Selasa (27/8/2024).
Lucunya, Kepolisian Daerah Bali kerahkan 250 personil Satgas Gabungan Operasi Mantap Praja Agung-2024., sementara peserta aski jumlahnya hanya pukuhan orang.
Lucunya demo, isu aksi yang disuarakan soal kriminalitas, pengelolaan sampah dan krisis air bersih, tapi aksinya ke KPU Bali. Banyak yang mengira, mereka protes kaitan putusan MK soal syarat ambang batas dan usiia calon kepala daerah. Tapi ternyata bukan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, aksi unjuk rasa gabungan BEM Unud dan Undiknas dimulai sekitar pukul 11.30.
Diikuti kurang lebih 50 mahasiswa diawali aksi simbolik dengan membentangkan beberapa sepanduk bertuliskan aspirasi di kantor KPU Bali.
Unras juga menyampaikan aspirasi masalah yang sedang dihadapi Bali saat ini. Seperti, kesejahtraan rakyat, air bersih, kriminalitas, kemacetan, pengelolaan sampah, pendidikan, termasuk alam dan budaya, serta keberadaan subak Bali yang sudah mulai tergerus.
Terkait Pilkada Bali mahasiswa menyampaikan untuk mencari pemimpin yang solutif bukan naratif dan kedepan dapat mensejahtrakan masyarakat, serta dapat mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi Bali saat ini.
"Unras dan orasi mahasiswa berlangsung damai. Kami kerahkan 250 personil tergabung dari Polda Bali, Polresta Denpasar dan Polsek Dentim," ungkapnya.
Pengamanan Unras oleh Satgas OMP berlangsung aman, lancar, hingga pukul 12.30. Bahkan diakhiri dengan meneriakkan yel-yel dan mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. "Berlansung lancar dan damai. Berakhir tertip," tutup Juru Bicara (Jubir) Polda Bali.***
Editor : M.Ridwan