Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Diberkati Paus Fransiskus, Bibit Mangrove Ditanam di KEK Kura-kura Bali,  Ini Kata Menteri Luhut

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Senin, 9 September 2024 | 02:14 WIB
TANAM: Penanaman bibit mangrove yang telah diberkati Paus Fransiskus di KEK Kura-kura Bali, Minggu 8 September 2024.
TANAM: Penanaman bibit mangrove yang telah diberkati Paus Fransiskus di KEK Kura-kura Bali, Minggu 8 September 2024.

DENPASAR, Radarbali.id - Salah satu bibit mangrove yang telah diberkati Paus Fransiskus selama kunjungannya di Indonesia telah ditanam di kawasan mangrove KEK Kura-kura Bali, Minggu 8 September 2024.

 

Seperti diketahui, sebanyak lima bibit mangrove telah diberkati oleh Paus Fransiskus dan ditanam di lima tempat berbeda. Ialah di Jakarta, Medan, IKN, NTT, dan Bali.

 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan penanaman mangrove di lima titik menggambarkan Pancasila. ”Jadi merepresentasikan Pancasila dan kelimanya kami kirimkan di lima provinsi yang berbeda. Spiritnya di situ,”  tuturnya.

 Baca Juga: KEK Kura Kura Bali Bali Gelar Upacara Tumpek Uye dan Segara Kerthi, Buka World Water Forum Ke-10 Dengan dengan Bali Nice

Penanaman ini pun berbeda dari tradisi pada umumnya yang menggunakan pohon palem. Khusus di Indonesia, pohon mangrove lah yang telah diberkati oleh Paus Fransiskus. 

 

”Kebetulan MBZ Research Center ini kan di Bali, jadi kami sekalian koneksikan dengan situ. Sehingga nanti research-nya ini kami mau coba masukkan ada seaweed, berkaitan dengan lingkungan lah,” sambungnya.

 

Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya yang hadir dalam kegiatan menyampaikan terkesan dengan seruan Paus Fransiskus terhadap pentingnya perlindungan bumi, dengan melakukan aksi nyata untuk mengatasi perubahan iklim.

 Baca Juga: Pemerintah Indonesia dan UEA Melakukan Peletakan Batu Pertama International Mangrove Research Center (IMRC) di KEK Kura Kura Bali

Hal ini sejalan dengan kearifan lokal Bali seperti ajaran Sad Kerthi dan Tri Hita Karana dalam menjaga keharmonisan hubungan baik manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan manusia. 

 

Ia mengaku sangat berbangga dan bersyukur dari lima bibit mangrove yang diserahkan Luhut kepada Paus Fransiskus dan telah diberkati, salah satunya berada di Bali.

 

”Semoga doa dan berkat dari Yang Mulia Bapa Suci Paus Fransiskus akan memberikan vibrasi positif bagi kehidupan, kedamaian, harmoninya, dan lestarinya alam Bali,” kata Mahendra.

 

Dijelaskannya hutan mangrove di Tahura dahulu tidak terlalu terawat, karena sebagian besar ada tambak udang. Kendati demikian, saat ini telah berkembang menjadi suatu kawasan hutan mangrove seluas lebih dari 1.300 hektarE dan menjadi rumah bagi 33 spesies mangrove dan 300 spesies fauna.

 Baca Juga: Hijaukan Pesisir dengan Mangrove di Nusa Penida, Begini Target Polres Klungkung ke Depan

”Kami segenap masyarakat di Bali akan menjaga agar mangrove tersebut tumbuh dan berkembang dengan baik,” sambungnya. ***

 

 

Editor : Made Dwija Putera
#paus fransiskus #KEK Kura Kura Bali #bibit mangrove #tanam mangrove di bali