Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Perkuat Komitmen Lestari, Wastehub® Gandeng B. Braun Indonesia dan J2PS Tanam Bibit Mangrove di Wana Segara Kertih Kedonganan

M.Ridwan • Senin, 9 Desember 2024 | 02:44 WIB
LESTARI: Wastehub bersama B. Braun Indonesia dan komunitas peduli lingkungan serta jurnalis foto bersama usai menanam bibit Mangrove di pantai Wana Segara Kerih Kedonganan, 8 Desember 2024
LESTARI: Wastehub bersama B. Braun Indonesia dan komunitas peduli lingkungan serta jurnalis foto bersama usai menanam bibit Mangrove di pantai Wana Segara Kerih Kedonganan, 8 Desember 2024

KEDONGANAN, radarbali.jawapos.com – Ratusan orang gabungan komunitas, aktivis, petani, nelayan, pelaku pariwisata, wisatawan mancanegara dan jurnalis dengan membawa bibit mangrove, karung sampah dan bambu terjun di pantai Wana Segara Kertih, Kedonganan, Badung Bali, Minggu pagi 8 Desember 2024.

Mereka melakukan aksi menanam bibit Mangrove sambil membersihkan sampah di bentangan hutan bakau (mangrove) seluas 8 hektare tersebut.

Aksi ini di inisiasi B. Braun Indonesia, perusahaan teknologi medis terdepan yang berkantor pusat di Jerman bersama Wastehub® yang didukung komunitas dan Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) dalam tema, Mangrove Planting dan Cleanup Day 2024.

Baca Juga: Diberkati Paus Fransiskus, Bibit Mangrove Ditanam di KEK Kura-kura Bali,  Ini Kata Menteri Luhut

Ditahbiskan guna mendukung inisiatif pelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim membangun masa depan yang lebih hijau.

Sebanyak 15 karyawan B. Braun Indonesia turut serta dalam penanaman mangrove ini berbaur bersama peserta lainnya.. Selain Bali, sebelumnya bibit  mangrove lainya telah ditanam di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Pada Sabtu, 23 November 2024.

"Hari ini, kami bersama-sama menanam harapan baru untuk masa depan yang lebih baik, Penanaman bibit mangrove ini bukan hanya simbol komitmen kami terhadap lingkungan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk generasi mendatang."  ujar Rainer Ruppel, President Director B. Braun Indonesia, dalam siaran persnya.

BERLUMPUR: Sejumlah jurnalis dan wisatawan asing berbaur menanam Mangrove di Wana Segara Kertih Kedonganan Badung Bali, Minggu pagi 8 Desember 2024.
BERLUMPUR: Sejumlah jurnalis dan wisatawan asing berbaur menanam Mangrove di Wana Segara Kertih Kedonganan Badung Bali, Minggu pagi 8 Desember 2024.

Project Officer Wastehub Andi Pratama menyebutkan, Wastehub dan B. Braun Indonesia menanam 600 Bibit Mangrove, sekaligus melakukan aksi bersih-bersih sampah (Cleanup) dan mengentas sekitar 50 Kg sampah, khususnya sampah plastik.

“Aksi ini cukup seru, kami juga dibantu oleh Kelompok Nelayan Wana Segara Kertih Kedonganan dan Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS),” ungkapnya.

Pada kesempatan sama, Founder Wastehub Ranitya Nurlita mengatakan acara ini sebagai terusan aksi penanaman 200 Bibit Mangrove yang dilakukan, pada bulan November 2024 lalu, sehingga totalnya sudah tertanam 800 Bibit Mangrove.

Dengan total 800 Bibit Mangrove sudah ditanam, pihaknya berharap tetap bekerjasama dengan Wana Segara Kertih Kedonganan, karena jika berbicara penanaman Mangrove itu harus dijaga dan dilestarikan.

“Apalagi, tadi kita sudah memungut sampah plastik, karena ternyata banyak sampah yang nyangkut dan akhirnya itu menyebabkan Mangrove mati,” ungkapnya.

Terlebih lagi, ditemukan sejumlah masalah Mangrove tidak dapat tumbuh dengan baik, dikarenakan faktor tumpukan sampah plastik dan juga hama itu sendiri.

Pihaknya berharap, kegiatan ini tidak selesai di sini saja, tapi bisa teruskan dan bareng-bareng bersama warga Wana Segara Kertih turut serta menjaga lingkungan.

Terlebih lagi, pihak Wana Segara Kertih Kedonganan melakukan hal serupa sebulan sekali, untuk proses pengambilan sampah di areal Mangrove.

“Mereka juga melihat pohon mana yang masih hidup dan mana yang mati, untuk diganti yang baru lagi,” tuturnya.

Sampah yang sudah dikumpulkan, lanjutnya bakal dibagi menjadi dua jenis, yang meliputi residu dan daur ulang.

Untuk sampah residu diproses menjadi RDF, kemudian sampah daur ulang kita akan proses lagi menjadi barang berguna,” kata Ranitya Nurlita.

Mengenai Maintenance pertumbuhan Mangrove disebut berjalan setahun, dimulai dari bulan November 2024 hingga November 2025.

Apalagi, pihak Wana Segara Kertih Kedonganan melakukan Cleaning Maintenance Mangrove setiap bulannya.

“Kita di Bali ikutan untuk bersihin dan sebagainya, melihat sudah sebesar mana Mangrove itu tumbuh, terus kemudian jika ada yang mati, kita coba ganti lagi,” bebernya.

Mengingat, proses penanaman Bibit Mangrove dilakukan secara metode konvensional, maka hasilnya diprediksi 20 persen saja Bibit Mangrove yang hidup dari total 800 Bibit Mangrove ditanam, sesuai hasil riset.

“Itu Mangrove yang hidup cuma 20 persen kali 800 Mangrove, kurang lebih 160 Mangrove saja yang hidup, tapi kita coba Maintenance saja dulu, apakah itu bisa semakin banyak atau tidak,” jelasnya.

Ranitya Nurlita juga menyebutkan penanaman Mangrove metode bersekat tingkat keberhasilan hidup sampai 80 persen dari total 800 Bibit Mangrove ditanam atau sekitar 640 Bibit Mangrove yang bertahan hidup.

“Itu disekat rata-rata sekitar 16 pohon Mangrove. Kemudian, pindah lagi berjarak sekitar 1-2 meter ditanam 16 pohon yang disekat lagi, karena jika disekat artinya tidak ada sampah plastik yang nyangkut.

Kalau yang berjajar satu meter satu meter itu khan plastik nyangkut. Apalagi ada kepiting-kepiting ternyata masuk hama,” tandasnya.

Tak hanya itu, Ranitya Nurlita menyebutkan khusus metode bersekat berada di Kawasan Benoa, tapi diakui cukup challenge, karena metode bersekat harus ditanam lebih dalam lagi, sehingga turunnya harus menggunakan kano.

“Jadi, ada beberapa ditanam terus disekat-sekat dan berjarak lagi dengan sekat-sekat. Itu berbeda dengan di daerah sini, yang masih pakai metode konvensional,” sebutnya.

Meski metode konvensional, namun selama setahun bersama Wana Segara Kertih Kedonganan dipastikan dilakukan penanaman Bibit Mangrove, setiap bulannya.

“Kita sama Nelayan Wana Segara Kertih Kedonganan juga lakukan bersih-bersih sampah bareng-bareng. Itu di awal bulan hari Minggu,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Kelompok Nelayan Wana Segara Kertih, Nyoman Sunarta yang menyampaikan, bahwa pihaknya selalu membuat peta penanaman Mangrove di lahan seluas 8 hektar.

Mengingat, Kelompok Nelayan Wana Segara Kertih berkomitmen untuk melestarikan budaya nelayan, yang berdiri sejak tahun 2020, saat pandemi Covid-19.

Selain fokus pada mata pencaharian sebagai nelayan, mereka juga memiliki misi menjaga dan memulihkan lingkungan, khususnya Hutan Mangrove di wilayahnya.

“Sebagian besar lahan sudah ditanami Mangrove, makanya kami disini tanam nyulam, tidak ditanam ditempat kosong artinya Mangrove yang mati itu diganti dengan yang baru,” tegasnya.

Mangrove merupakan jenis hutan bakau yang tumbuh di daerah pesisir terutama di muara sungai dan kawasan pantai berlumpur. Berkemampuan unik bertahan hidup di lingkungan dengan sanilitas tinggi dan pasang surut air laut.***

Editor : M.Ridwan
#tanam mangrove #sampah #bali #mangrove #wastehub #kedonganan #J2PS