Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Waduh! Bus Trans Metro Dewata Terancam Tamat, Pemerintah Pusat Sikapi Begini

Ni Kadek Novi Febriani • Sabtu, 28 Desember 2024 | 22:59 WIB
ANGKUTAN MASAL:  Bus Trans metro Dewata saat berhenti di depan Trans Studio Mall, Kawasan jalan Imam Bonjol Denpasar , Rabu (18/12/2024)
ANGKUTAN MASAL: Bus Trans metro Dewata saat berhenti di depan Trans Studio Mall, Kawasan jalan Imam Bonjol Denpasar , Rabu (18/12/2024)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com -  Nasib angkutan masal Bus Trans Metro Dewata (TMD) yang merupakan program Kementerian Perhubungan untuk mengurai kemacetan di Bali terancam ditarik.

TMD adalah sistem transportasi bus raya terpadu beroperasi sejak 2020 ini terancam tidak diperpanjang.

 Sebab, selama ini penganggarannya masih bergantung dengan pemerintah pusat. Sementara, Pemerintah Pusat telah  menyurati Pemerintah Provinsi Bali untuk bisa dikelola oleh Pemprov Bali. 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta, mengatakan, untuk perubahan pengelolaan menjadi ke Pemprov Bali, Kata Samsi, Pemprov Bali belum ada  kapasitas. Maka, pihaknya meminta bersabar, kalau dihentikan.

Hal itu menjadi konsekuensi karena transportasi publik itu tidak dimanfaatkan.

"Ya sabar-sabar kalau  berhenti dulu ya syukuri pernah dikasih. Ya salah sendiri tidak mau dipakai sekarang hilang baru terasa," tutur Samsi, kepada radarbali.id. 

Antusias masyarakat Bali menggunakan transportasi massal memang tidak seperti daerah lain. Menurut Samsi, konsumsi pemakaian kendaraan publik yang rendah karena Bali telah lama kehilangan transportasi publik.

Sehingga untuk kembali membutuhkan waktu yang lama, penyesuaian dan juga dipaksa.

"Daerah lain mereka sudah biasa. Kalau tidak pakai  transportasi mahal kan buat  mereka. Kalau di Jawa itu jauh-jauh di sini dekat-dekat. Tapi lama-lama orang mikir kalau hujan enakan di bus. Turun tinggal pakai payung," ucapnya. 

Disinggung nasib TMD tahun depan? Alumnus ITB, Jawa Barat  ini menuturkan pihaknya khawatir,  tampaknya penganggaran belum clear. Pihaknya  mengakui masih ada evaluasi untuk TMD.

Sebab dari pusat sudah tidak menyediakan anggaran  Misalkan, Pemerintah Pusat berencana memindahkan ke tempat lain karena daerah lain membutuhkan, kemungkinan akan dihentikan. 

"Kami terima surat dari Jakarta bahwa ini  diminta  diambil alih ke pemprov bersama kabupaten/kota tapi, Pemprov belum ada kapasitas, karena anggaran sudah tidak tersedia," tandas Samsi.

Selama ada Bus TMD menyediakan berapa rute, termasuk untuk wisatawan dari bandara dan ke Ubud yang banyak dimanfaatkan.

Saat ini ada 105 armada bus dengan 6 koridor yang ada. Sementara itu, Pemprov Bali menjalin kerja sama dengan pemerintah Australia untuk mengatasi permasalahan transportasi khususnya macet di kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan). 

Sebagai langkah awal, Pemerintah Australia menyerahkan kajian Sarbagita Electric Bus Rapid Transit (e-BRT) dan Ulapan Mobility Plan (UMP) kepada Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya.

Proyek e-BRT ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam mengurai kemacetan yang semakin parah di Bali. ***

Editor : M.Ridwan
#TMD #bus #Trans Metro Dewata