TABANAN, Radar Bali .id– Di tengah adanya kabar Bali tidak kebagian Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun 2025 ini.
Namun Proyek Tol Gilmanuk-Mengwi yang akan melintasi tiga kabupaten di Bali tetap berlanjut pada tahun ini
Hal itu disampaikan oleh anggota forum perbekel terdampak tol Gilimanuk-Mengwi I Nyoman Agus Suryawan.
Agus Suryawan yang juga selaku Perbekel Desa Antosari, Selemadeg Barat, menyebut memang warga yang terdampak jalan bebas hambatan sempat cemas dan resah dengan adanya pemberitaan soal Bali tidak kebagian PSN tahun 2025. Khawatir proyek tol tidak berlanjut. Karena sudah dua tahun lebih tidak ada kepastian.
Akan tetapi pihaknya dan warga yang terdampak sempat dipanggil rapat oleh pihak BPN dan PUPR pusat pada Senin lalu (20/1/2025). Bahwasannya soal tol Gilimanuk-Mengwi tetap berjalan proyeknya. Hanya saja dalam rapat itu PSN soal Bandara Bali Utara yang tidak muncul.
"Kalau tol jalan terus, karena prosesnya sedang pembabasan lahan. Ya saya luruskan pemberitaan itu kepada warga bahwa tol jalan terus," ujarnya.
Kepastian soal proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi terus berproses saat ini, lantaran adaya surat Kementerian PUPR Badan Pengatur Jalan Tol dimana sedang pengumuman prakualifikasi pengusahaan jalan tol Gilimanuk-Mengwi yang termuat dalam situs lelang Kementerian PUPR pusat. Bahkan itu pula dijelaskan saat dipanggil rapat oleh BPN dan PUPR.
"Jadi warga terdampak jalan tol jangan khawatir. Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi tetap berjalan, meski Bali tak kebaggian PSN," jelasnya.
Selain itu informasi terbaru penetapan lokasi (Penlok) ruas jalan tol Gilimanuk-Mengwi yang akan habis pada 7 Maret mendatang akan diperpanjang kembali oleh Pemerintah. "Awal Maret memang habis masa waktu Penlok, tapi diperpanjang lagi," tegasnya.
Sekedar diketahui Proyek tol Gilimanuk-Mengwi tersebut secara keseluruhan akan mengerus lahan penduduk dan pemerintah seluas 1.133,33 hektare.
Secara administrasi akan melintas di tiga Kabupaten di Bali. Diantaranya Kabupaten Jembrana ada 4 kecamatan 24 desa yang akan terdampak dengan luas lahan tergerus 684,75 hektar.
Selanjutnya untuk Kabupaten Tabanan proyek jalan bebas hambatan akan melintasi 7 kecamatan 23 desa dengan luas lahan yang terdampak 420,20 hektare. Terakhir Kabupaten Badung dengan satu kecamatan dua desa yang terdampak seluas 9,18 hektare. [*]
Editor : Hari Puspita