Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ada Apa?. Pemimpin Proyek Kereta Bawah Tanah di Bali Ari Askhara, Tetiba Dikabarkan Mundur, Begini Kata Gubernur Koster

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 18 April 2025 | 15:07 WIB

 

MUNDUR: I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara ditemui usai ngeruwak di Sentral Parkir, 4 September 2024 lalu
MUNDUR: I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara ditemui usai ngeruwak di Sentral Parkir, 4 September 2024 lalu

DENPASARradarbali.jawapos.com –  Pemimpin yang bertanggung jawab dengan kelancaran proyek kereta bawah tanah atau  Gubernur Bali Wayan Koster  dikabarkan mundur.

Bagaimana nasib proyek prestisius yang diwariskan Sang Made Mahendra menjelang lengser sebagai penjabat (Pj) Gubernur Bali. 

Koster tidak memberikan jawaban, namun jika  Direktur Utama (Dirut) PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) mundur, program itu akan tetap berjalan.

”Program tetap jalan,” katanya usai pengukuhan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali oleh Gubernur Bali kemarin (17/4/2025). 

Koster tidak ambil pusing, jika Ari Askhara mundur sebagai Dirut PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ). Pihaknya akan mencari pengganti Ari Askhara untuk menjadi dirut untuk salah satu perusahaan daerah (perusda) milik Bali itu.”Kalau mundur ya diganti,”ketusnya. . 

Diharapkan dirut baru dapat menjalankan mega proyek secara progresif, baik dan benar. Disebut progres proyek tersebut masih proses PT. SBDJ mengajukan permohonan trase ke Gubernur.

Seperti diketahui, menjelang Sang Made Mahendra Jaya lengser sebagai Pj Gubernur Bali, dilakukan peresmian secara niskala proyek kereta bawah tanah atau subway.

Pemprov Bali bersama PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) dan PT Bumi Indah Prima (BIP) telah menggelar upacara Ngeruwak tempat  Transit Oriented Development di Sentral Parkir Kuta, Badung pada, Rabu 4 September 2024. Upacara itu adalah peresmian secara niskala dimulainya sebagai proyek. Dimulainya pembangunan Bali Urban Subway pada fase 1 dan fase 2. 

Bahkan, ditargetkan usai ngeruwak pengerjaan proyek mulai berjalan dan awal tahun  2025 ditargetkan untuk groundbreaking.

Total anggaran yang dibutuhkan untuk empat fase USD 20 miliar yang sepenuhnya dibiayai investor. Dibagi untuk dua fase menelan anggaran USD 10,8 miliar dan  sisanya USD 9, 2 miliar. 

Dua fase secara keseluruhan diperkirakan  selesai pada Tahun 2031. Fase 1 yakni Bandara-Kuta dan Bandara -Jimbaran-Universitas Udayana ditargetkan dapat selesai kuartal 2 tahun 2028.***

Editor : M.Ridwan
#lrt #kereta bawah tanah #bali #mrt #gubernur bali wayan koster