DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kabar gembira untuk pengguna transportasi publik Trans Metro Dewata, karena Minggu besok (20/4) akan kembali mengaspal dengan enam koridor. Berkat pendanaan gotong royong dari lima kabupaten/kota dan juga APBD Provinsi Bali sebesar 30 persen.
Gubernur Bali Wayan Koster resmi lakukan penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama tentang Bantuan Keuangan Khusus untuk Pembangunan Proyek Strategis Provinsi Bali dan Pembangunan Infrastruktur, Sarana Prasarana Strategis
serta Pengembangan Kualitas Objek Pariwisata di Kabupaten Bangli, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Tabanan, Kesepakatan Bersama tentang Pola Pembangunan Semesta Berencana di Provinsi Bali dan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyelenggaraan Angkutan Umum Perkotaan Trans Metro Dewata di Kawasan Sarbagita di Jaya Sabha pagi kemarin (18/4/2025).
Baca Juga: Pulih dari Cedera, Elkan Baggott Dipastikan Turut Main Bela Timnas Indonesia vs China
Total anggaran yang dialokasikan untuk menghidupkan TMD sebesar Rp 49.7 Miliar. Ada enam koridor angkutan perkotaan Trans Metro Dewata terdiri atas satu adalah Koridor Terminal Pesiapan- Sentral Pakrkir Kuta. Kemudian kedua, Koridor Ubung -GOR Ngurah Rai-Bandara. Koridor tiga, Ubung-Sanur.
Koridor empat, Ubung-Monkey Forest, Ubud. Dan koridor lima, Sentral Parkir Kuta- Politeknik Negeri Bali dan Niti Banda. Kemudian koridor enam, Sentral Parkir Kuta-Bandara dan ITDC Nusa Dua.”Dengan total jumlah bus yang diluncur sejak 75 unit dan beroperasi setiap hari itu di 69 unit,” kata Kadishub Bali IGW Samsi Gunarta dalam sambutannya.
Adapun 6 unit menjadi cadangan. Rata-rata bus akan datang setiap 16 menit. Manajemen mengatur pada pagi hari itu akan menjadi 10 menit, sedangkan pada siang hari 17 sampai 18 menit.”Sehingga kita berharap bahwa angkutan ini menjadi backbone yang bisa dijadikan opsi untuk situasi yang macet,” imbuh Samsi.
Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan, lima tahun lalu dibantu oleh Kementerian Perhubungan dengan fasilitasnya bus dan biaya operasionalnya seluruhnya ditanggung oleh Kementerian Perhubungan.
Sekitar totalnya setahun itu sudah alokasikan 80 miliar. Namun, terang Koster tahun 2025 mendadak ada perubahan karena tahun 2025 ada pergeseran prioritas atas program di masing-masing Kementerian maka Kementerian Perhubungan tidak lagi memberikan alokasi biaya operasional.
”Hanya saja pemberitahuannya itu pada tanggal 17 Desember 2024. Jadi APBD ini sudah disahkan untuk 2025 sehingga tidak ada alokasi. Di pusat tidak mengalokasikan, di daerah juga tidak mendapat pemberitahuan,” beber Koster.
Koster memaparkan, dari dana sharing hanya Tabanan yang tidak ikut urunan. Padahal selama ini yang paling banyak memanfaatkan bus tayo ini dari masyarakat dari Tabanan dari Terminal Pesiapan.
Gubernur asal Sembiran ini juga merinci pembagian kontribusi dalam pembiayaan gotong royong ini. Pemprov Bali berkontribusi 30 persen atau senilai Rp 15 M, Pemkot Denpasar Rp 14 M, Badung Rp 16 M, Gianyar Rp 4,7 M, Tabanan 0 M.”Tabanan akan didukung oleh Pemkab Badung,”katanya
Koster menyampaikan, dana gotong royong untuk operasional TMD akan ditangani Pemprov Bali. Karena kontribusi kabupaten kota ada mekanismenya sehingga ditalangi sementara oleh Pemprov.
“Ini betul gotong royong kepala daerah Sarbagita untuk melayani krama Bali,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, bus TMD sudah menjadi bagian masyarakat Bali. Transportasi publik ini sifatnya layanan dan sudah bagian dari tugas negara serta pemerintah hadir untuk melayani masyarakat.
Gubernur Koster dan Semua kepala daerah berharap, kehadiran kembali TMD bisa menjadi fasilitas layanan publik guna mengatasi kemacetan. Selain itu menjadi edukasi krama Bali agar membiasakan diri gunakan transportasi publik.
Baca Juga: Resmi Bercerai dengan Baim Wong, Paula Verhoeven Diminta Hotman Paris Jadi Asisten Pribadinya!
“Tak perlu nunggu sampai macet parah di Bali, tapi mulai sekarang kita ajak masyarakat untuk terbiasa gunakan transportasi publik,” katanya.
Pengoperasian kembali TMD ditandai dengan penandatangan kesepakatan bersama sekaligus semua kepala daerah menumpang bus dari Jaya Sabha menuju perhentian GOR Ngurah Rai Denpasar.
Pada kesempatan ini dihadiri langsung Gubernur Bali Wayan Koster, Wagub Nyoman Giri Prasta, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, Sekda Bali Dewa Indra, kepala daerah se Bali, Sekda kabupaten/kota, ketua DPRD kabupaten kota dan instansi terkait.***
Editor : M.Ridwan