Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

I Gusti Ayu Rapeg: Tokoh Pendidikan Perempuan Bali Ini Tak Banyak Dikenal, Begini Sepak Terjangnya

Florensia Dita Dwi Kurnianti • Sabtu, 3 Mei 2025 | 13:10 WIB

 

TAK BANYAK YANG KENAL : I Gusti Ayu Rapeg, sosok penggerak pendidikan perempuan Bali. (Istimewa)
TAK BANYAK YANG KENAL : I Gusti Ayu Rapeg, sosok penggerak pendidikan perempuan Bali. (Istimewa)

Awal Mei merupakan momen peringatan Hari Pendidikan Nasional. Na, rakyat Bali wajib tahu siapa tokoh pendidikan dari Pulau Dewata yang satu ini : I Gusti Ayu Rapeg.

SELAIN tokoh pendidikan nasional Indonesia, yang begitu popular, Ki Hadjar Dewantara, sebetulnya ada sejumlah tokoh yang berjuang di bidang pendidikan. Antara lain RA Kartini, KH. Hasyim Asy'ari, Dewi Sartika, juga I Gusti Ayu Rapeg, dan masih banyak lagi.

Bersamaan dengan tanggal 2 Mei 2025 sebagai hari Pendidikan Nasional, sangat tepat apabila mengulas salah satu tokoh pendidikan yang jarang sekali dibahas. Jarang dikenal.

Dialah perempuan asli Bali yang berjuang di bidang pendidikan. I Gusti Ayu Rapeg, lahir di Belaluan, Kota Denpasar, pada tanggal 11 Mei 1917.

Sosok satu ini memiliki peran penting dalam dunia pendidikan di tanah Bali. Ia mengabadikan diri sebagai pendidik khususnya kaum wanita.

I Gusti Ayu Rapeg juga merupakan pendiri organisasi pergerakan modern Putri Bali Sadar. Tujuannya untuk meningkatkan harkat kaum wanita di Bali.

Dilansir dari Dinas Kebudayaan Jogja, melalui laman resmi dinas dengan alamat www.budaya.jogjaprov.go.id, berikut sekilas terkait siapa sosok I Gusti Ayu Rapeg.

Pada akhir abad 19 dan 20, Indonesia mengalami empat masa pendidikan. Masa pendidikan barat, masa pergerakan nasional, jaman penjajahan Jepang, hingga masa pendidikan di zaman Indonesia merdeka.

Sosok I Gusti Ayu Rapeg berjuang di masa pendidikan barat hingga masa pergerakan nasional. Di masa itu beliau ditugaskan mengajar di Meisjes Vervolg School, Denpasar. Ia mengampu pelajaran umum dan ekstra. Pelajaran ekstra itu yakni Huis Houding atau mengatur rumah tangga.

Para murid berasal dari semua lapisan masyarakat. Biaya uang sekolah yang wajib dibayar setiap murid sebesar 25 sent Belanda.

Meisjes Vervolg School dan masyarakat Bali banyak mendukung gagasan-gagasan yang dibuat oleh I Gusti Ayu Rapeg. Berkat keuletan, kegigihan, dan kejujuran yang dimiliki, beliau mendapat kehormatan dan kepercayaan menjadi kepala sekolah di sana.

Di tahun 1941 sebab dipandang mampu dan berpengalaman, sekaligus mungkin dipandang sebagai orang Denpasar asli, I Gusti Ayu Rapeg dipercaya sebagai pimpinan Sekolah Guru Putri dan merangkap menjadi pimpinan asrama.

Pada akhirnya beliau melabuhkan pernikahannya dengan I Gusti Putu Merta yang menjadi Gubernur Bali.

Pada tahun 1965 I Gusti Ayu Rapeg sebagai istri Gubernur Bali, secara otomatis menjadi Ketua Pertiwi Provinsi Bali.

Perjuangan I Gusti Ayu Rapeg dalam bidang Pendidikan telah banyak membawa hikmah. Terutama bagi kaum perempuan.

Kaum perempuan yang ia datangi dari rumah ke rumah. Mengajak dan menyadarkan arti penting dari sebuah pendidikan bagi kaum perempuan.

Ada juga kaum ibu-ibu yang mengikuti kursus pada sore hari. Keterampilan yang dipelajari contohnya belajar membaca dan menulis.

I Gusti Ayu Rapeg wafat pada tahun 2004 di usianya yang ke-87 tahun. Jasa-jasanya patut di kenang dan dijadikan suri tauladan hingga sekarang. I Gusti Ayu Rapeg, salah seorang tokoh perempuan yang senantiasa memberi tantangan jaman yang semakin kompleks.

Perjuangan beliau layak dikenang dan dilanjutkan kembali untuk terus berkiprah dalam pengembangan pendidikan demi kemajuan kualitas SDM di masa depan. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#denpasar #emansipasi #pendidikan #bali #tokoh perempuan