Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Emotional Cleaning

R
Penulis: Rosihan Anwar❯
Santy Sastra.
Santy Sastra.

Advertisement

 

Oleh: Santy Sastra

(Mindset Motivator & Hypnoterapist)

Advertisement

SETIAP hari kita membersihkan rumah. Menyapu, mengepel, membuang sampah. Tapi bagaimana dengan isi hati kita? 

Emotional cleaning adalah membersihkan emosi yang sudah menumpuk. Sama seperti debu di rumah, emosi kotor juga bisa menumpuk tanpa kita sadar.

Rasa kecewa, marah, sedih, dan cemas sering kita simpan. Kita pikir kalau didiamkan akan hilang sendiri. Padahal ia hanya pindah ke sudut hati dan menjadi berat.

Advertisement

Tanda hati perlu dibersihkan cukup jelas. Mudah tersinggung. Susah tidur. Badan cepat lelah. Dan yang paling sering, marah pada hal kecil.

Emosi yang tidak dibereskan akan memengaruhi cara kita bekerja dan berhubungan dengan orang lain. Kita jadi lebih sensitif, lebih curiga, dan lebih cepat lelah.

Membersihkan emosi tidak butuh tempat khusus. Bisa dimulai dari duduk tenang selama lima menit. Tanyakan pada diri, apa yang sedang saya rasakan sekarang.

Beri nama pada emosi itu. Sedih, takut, malu, atau kecewa. Saat kita bisa menyebutnya, emosi itu tidak lagi mengendalikan kita.

Advertisement

Artikel Terkait

Self Talk Matters Menurut Ilmu Pikiran

Self Talk Matters Menurut Ilmu Pikiran

Oleh: Santy Sastra (Mindset Motivator & Hypnoterapist)

Negativity Bias Secara Psikologis

Negativity Bias Secara Psikologis

Oleh: Santy Sastra (Mindset Motivator & Hypnoterapist)

Epistemic Arrogance secara Psikologis

Epistemic Arrogance secara Psikologis

Oleh: Santy Sastra (Mindset Motivator & Hypnoterapist) 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer