Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pelingsir Puri Ageng Mengwi Dinobatkan Jadi Ida Cokorda Mengwi XIII

Marsellus Pampur • Senin, 7 Juli 2025 | 22:35 WIB
Ida Cokorda Mengwi XIII dan Ida Istri Mengwi didampingi Gubernur Bali Wayan Koster beserta Bupati Badung Adi Arnawa sebelum memasuki Pura Taman Ayun (7/7/2025). (Marsellus Pampur/Radar Bali)
Ida Cokorda Mengwi XIII dan Ida Istri Mengwi didampingi Gubernur Bali Wayan Koster beserta Bupati Badung Adi Arnawa sebelum memasuki Pura Taman Ayun (7/7/2025). (Marsellus Pampur/Radar Bali)

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com - Upacara penobatan Ida Cokorda Mengwi XIII, Puri Ageng Mengwi di Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung pada Senin (7/7/2025) berlangsung hikmat.

Dalam kesempatan itu, Pangelingsir Puri Ageng Mengwi, AA Gde Agung kini resmi dinobatkan sebagai Ida Cokorda Mengwi XIII setelah menjalani prosesi upacara Bhiseka. Prosesi itu dipuput oleh 11 sulinggih.

Bagawanta Puri Ageng Mengwi, Ida Pedanda Gede Putra Pemaron dan Ida Pedanda Gede Putra Kekeran membisikkan Bhiseka Ida Cokorda dan Jero Istri diberikan gelar atau nama baru, yakni Ida Cokorda Mengwi XIII dan Ida Istri Mengwi.

Sri Sultan Hamengkubuwana X dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas usai keluar dari Pura Taman Ayun (7/7). (Marsellus Pampur/Radar Bali)
Sri Sultan Hamengkubuwana X dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas usai keluar dari Pura Taman Ayun (7/7). (Marsellus Pampur/Radar Bali)

Prosesi sakral ini juga dihadiri oleh sejumlah sejumlah tokoh penting nasional. Seperti Ketua DPD RI, hingga Sri Sultan Hamengkubuwana X.

Pria yang bertahta sejak 1989 dan menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sejak 3 Oktober 1998 hingga kini itu hadir sebagai tamu istrimewa didampingi oleh permaisurinya, Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan Putri Mahkota Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi Hamemayu Hayuning Bawana Langgeng Ing Mataram.

Dalam kesempatan itu, Sri Sultan Hamengkubuwana X berharap agar pengabdian yang akan dijalani oleh Ida Cokorda Mengwi XIII ke depannya bisa berjalan dengan baik. Tak lupa juga dia mengucapkan selamat atas gelar barunya tersebut.

”Selamat atas penobatan, sukses dalam pengabdian dan jangan lupa jaga kesehatan," kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta itu saat ditemui di depan Pura Taman Ayun, Mengwi usai prosesi, Senin (7/7).

Pada tempat yang sama, tokoh politik Bali, sekaligus mantan Gubernur Bali, Mangku Pastika juga mengungkapkan sisi baik dari Ida Cokorda Mengwi XIII.

Pastika mengatakan, selama mengenal dan menjadi rekan Ida Cokorda Mengwi XIII saat keduanya menjabat sebagai anggota DPD RI, dirinya melihat sosok Ida Cokorda Mengwi XIII sebagai tauladan.

”Beliau memang patut menjadi tauladan. Benar-benaf menjaga perilaku dan kata-katanya. Sehingga menurut saya sangat layak dinobatkan jadi Ida Cokorda Mengwi XIII," ujar Pastika. Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, Bupati dan Wakil Bupati Badung juga turut serta dalam prosesi itu.

Proses penobatan itu sendiri berlangsung dari pagi hingga sekitar pukul 13.00 WITA. Usai prosesi itu, Ida Cokorda Mengwi XIII dan Ida Istri Mengwi kembali ke Puri Ageng Mengwi untuk proses lanjutan. 

Keluar dari Pura menuju Puri Ageng Mengwi yang letaknya ratusan meter di sisi barat pura. Keduanya berjalan kaki di atas bentangan kain putih sepanjang ratusan meter hingga memasuki puri. Sepanjang perjalanan itu, ribuan masyarakat dengan penuh antusias ikut mengiring.

Anak Agung Gde Agung yang kini dinobatkan menjadi Ida Cokorda Mengwi XIII adalah putra tunggal Ida Cokorda Mengwi XII dengan Ida Cokorda Istri, Putri Raja Karangasem.

Dia lahir pada 25 Mei 1949 silam dan kini berusia 76 tahun. Dalam perjalanan karirnya dahulu, dia telah menunaikan pengabdiannya melalui berbagai jalur.

Mulai dari sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), kemudian beralih profesi sebagai notaris, menjadi bupati Badung dua periode di masa bakti 2005 hingga 2010.

Pada 2019, dia juga terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia.

Dinyatakan lolos tahap verifikasi administrasi sebagai Bakal Calon DPD RI di Pemilu Serentak 2024, Anak Agung Gde Agung saat itu memutuskan mengundurkan diri dengan alasan ingin menjalankan swadarma selaku Penglingsir Puri Ageng Mengwi pada Minggu, 5 Februari 2023.

Lalu pada 15 Januari 2023 lalu, berlangsung Paruman Asta Puri atau pertemuan keluarga besar puri yang terdiri dari Puri Gede, Puri Selat, Puri Banyuning Bongkasa, Puri Mayun, Puri Anyar, Puri Kamasan, Puri Muncan Kapal, dan Puri Kapal Kaleran di Puri Saren Kauh Kamasan, Sibang, Badung.

Dalam kesempatan itu, Penglingsir Puri Kamasan, I Gusti Agung Gde Dirga mengusulkan agar Anak Agung Gde Agung sebagai Penglingsir Puri Ageng Mengwi segera “Mebhiseka Ratu Ida Cokorda”.

Saat itu, dia memilih lebih fokus dalam merenovasi Pura Luhur Seseh. Namun permintaan itu kembali muncul pada Parum Semeton Puri, Minggu, 13 Agustus 2024 lalu. Dalam pertemuan keluarga besar puri itu semua peserta sepakat meminta agar Anak Agung Gde Agung “Mebhiseka Ratu Ida Cokorda”.

Dukungan yang sama juga disampaikan dalam beberapa kali rapat oleh krama atau masyarakat dari 38 desa adat anggota Mangu Kerta Mandala, Kecamatan Mengwi.

Mangu Kerta Mandala adalah wadah atau forum bagi seluruh bendesa adat se-Mengwi yang berperan penting dalam menjaga kelestarian adat, agama, dan budaya.

Setelah berpikir dalam rentang waktu yang cukup lama dan dengan mempertimbangkan pentingnya meneruskan tradisi (dresta) puri, menjaga eksistensi Puri Ageng Mengwi, dan peningkatan kualitas keimanan diri, akhirnya Anak Agung Gde Agung menerima permintaan semeton puri yang didukung oleh krama Desa Adat Mangu Kerta Mandala Kecamatan Mengwi.

”Sebagai orang yang lahir di Puri, pengabdian kepada masyarakat, keluarga dan utamanya adalah ngayah leluhur ring Ida betara. Saya bisa meningkatkan pengabdian saya kepada masyarakat, terutama secara Niskala dan secara Sekala," katanya pada Sabtu (5/7) saat ditemui di Puri Ageng, Mengwi.

Pada kesempatan itu, dia mengatakan bahwa dengan begitu dirinya bersama sang istri bisa meningkatkan eksistensi Puri, meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, baik di ranah agama maupun di ranah budaya. 

”Bagaimana pun juga kita harapkan Puri sebagai pusat budaya, yang menjaga budaya. Nah, ini salah satu cara kami untuk menjaga budaya. Nah apa yang kami laksanakan ini adalah peristiwa budaya. Ini bagian dari budaya," tegasnya.

Panitia sendiri memilih Pura Taman Ayun yang berstatus Warisan Budaya Dunia/World Heritage oleh Unesco sejak Jumat, 6 Juli 2012 sebagai lokasi upacara Bhiseka Ratu bukan tanpa sebab.

Selain karena terdapat Pura Paibon Puri Mengwi, kawasan suci Pura Taman Ayun merupakan kahyangan jagat tempat distanakannya Pura-Pura Kahyangan Jagat di Bali berupa meru.

 

Berikut nama raja Mengwi beserta masa pemerintahannya. 

-Ida Cokorda Sakti Blambangan masa pemerintahan 1690-1722 Masehi.

-Ida Cokorda Agung Made Alangkajeng masa pemerintahan 1722-1740 Masehi.

-Ida Cokorda Agung Nyoman Munggu masa pemerintahan 1740-1743 Masehi. 

-Ida Cokorda Agung Putu Mayun masa pemerintahan 1743-1745 Masehi.

-Ida Cokorda Agung Made Agung Munggu masa pemerintahan 1745-1760 Masehi

-Ida Cokorda Putu Agung masa pemerintahan 1775-1780 Masehi diawali masa perwalian pada 1760-1775 Masehi. 

-Ida Cokorda Agung Made Agung (Dewata Ngeluhur) masa pemerintahan 1780-1811 Masehi.

-Ida Cokorda Ngurah Made Agung (Dewata Suradana) masa pemerintahan 1811-1836 Masehi.

-Ida Cokorda Agung Ketut Besaih masa pemerintahan 1857-1859 Masehi diawali masa perwalian pada 1836-1857 Masehi.

-Ida Cokorda Ngurah Made Agung dan Cokorda Istri Agung Mayun masa pemerintahan 1859-1891 Masehi.

-Ida Cokorda Tirta masa pemerintahan 1911-1939 Masehi.

-Ida Cokorda Punggawa dan Ida Cokorda Istri Karang masa pemerintahan 1946-2001 Masehi. 

-Ida Cokorda Mengwi XIII dan Ida Cokorda Istri Mengwi resmi sejak Senin (7/7).(mar)

Editor : Rosihan Anwar
#Puri Ageng Mengwi #aa gde agung #Ida Cokorda Mengwi XIII