AMLAPURA, radarbali.jawapos.com - Budaya lama yang tetap tumbuh harus diaktualisasikan ke nilai-nilai budaya. Namun ironisnya banyak warisan budaya kita masih bertebaran di luar negeri.
Nah, rencana digitalisasi dokumentasi warisan budaya Takbenda yang dilakukan Puri Karangasem dinilai tepat. Sebab sangat diperlukan untuk kepentingan akademis dan juga informasi kepada generasi mendatang.
Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, mantan Koordinator Staf Khusus Presiden Joko Widodo yang juga pengamat politik dan dosen di Departemen Politik dan Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, menyampaikan hal itu, di sela-sela Penerimaan tamu VVIP raja-raja Nusantara di acara Rsi Bojana Karya Agung Atma Wedana Utama di Balairung Taman Ujung Sukasada, Puri Karangasem Bali, Senin (21/7/2025).
Menurutnya, budaya lama yang terus tumbuh harus diaktualisasikan ke nilai-nilai budaya.
“Sedang koleksi warisan budaya dilakukan secara komprehensif. Sehingga orang bisa mengakses secara digital," tutur Ari Dwipayana yang putra asli Ubud, Gianyar.
Digitalisasi warisan budaya Takbenda adalah proses mendokumentasikan, menyimpan, dan menyebarkan informasi tentang warisan budaya Takbenda (seperti tradisi lisan, seni pertunjukan, adat istiadat, dan pengetahuan tradisional) dalam format digital.
Tujuannya adalah untuk melestarikan warisan budaya, membuatnya lebih mudah diakses oleh publik, dan mendukung upaya pelestarian serta pengembangan warisan budaya secara berkelanjutan.
"Saya merasa berbahagia dikarenakan Puri Agung Karangasem menyelenggarakan Karya Agung Baligia yang sangat luhur dan agung sekali yang menjadi momen budaya sekaligus ajang silaturahmi antara keluarga Puri dan masyarakat," pungkas Ari.
Editor : Rosihan Anwar