DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Hujan kembali mengguyur kota Denpasar dan Badung membuat masyarakat khawatir akan terjadi banjir susulan Senin (15/9) hingga Selasa (16/9)/2025. Kepala Pelaksana Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya mengungkapkan penyebab banjir tidak tunggal melainkan kombinasi.
Penyebabnya dipicu hujan dengan intensitas deras. Bahkan, menurut Teja ada asumsi hujan dalam satu bulan terjadi dalam satu hari.
”Tetapi bukan penyebab tunggal tapi juga saluran drainase apakah clear dari sampah kemudian normalisasi sungai dikuatkan lagi. Juga tanggul-tanggul termasuk tata ruang pembangunan evaluasi hingga penguatan sistem peringatan dini,” ungkap Teja.
Baca Juga: Kisah Dibalik Banjir Bandang Terjang 162 KK di Banjar Suci, Inilah Aksi Heroik Sang Kelian Banjar
Lima titik genangan air yang tinggi berlokasi di Denpasar, yakni di Renon, Jalan Panjaitan, Monang-Maning, Jalan Gajah Mada dan Pasar Kreneng. BPBD Bali akan melakukan mitigasi dengan kolaborasi bersama pemerintah kabupaten/kota.
Bagian hulu dievaluasi terutama vegetasi hutan yang diperkuat kembali. Diharapkan peran masyarakat dengan mengolah sampah supaya tidak dibuang di sungai atau selokan.”Kesadaran terhadap lingkungan. Perbanyak menanam bambu lebih bagus,”jelasnya.
Bagaimana dengan bangunan ruko di Jalan Sulawesi yang berada di bantaran sungai? Menurut Teja itu juga akan dievaluasi supaya sesuai dengan tata ruang.”Tentu evaluasi dilakukan Pemerintah Kota Denpasar telah melakukan itu apakah strategi seperti apa,” jelas Mantan Sekretaris BPBD Bali.
Adapun ahli waris korban meninggal mendapatkan santunan duka cita masing-masing Rp 45 juta. Terdiri dari Pemprov Bali sebesar Rp 15 juta, Pemkab Rp 15 juta dan Pemerintah Pusat Rp 15 juta.”Denpasar sudah kasih Rp 15 juta, dan pemerintah pusat Rp 15 juta masing-masing Rp 45 juta sebagai bentuk perhatian pemerintah,” jelasnya.
Sementara itu, data yang dihimpun BPBD Bali catatan korban meninggal dunia sebanyak 17 orang, korban yang mengungsi 295 orang, dan bangunan rusak 187. Adapun tiga posko berlokasi di Cokroaminoto, Dauh Puri Kaja, Posko Jalan Sutomo, dan Balai Masyarakat Pemaksa Jero Batu Sri.
”Datanya bergerak ya tadinya belum dapat kos sudah dapat kos. Dan rumahnya sudah dibersihkan ada yang sudah kembali ke rumah,” terangnya.
Tim gabungan masih mencari korban yang hilang, tercatat lima orang hilang dan kemarin ditemukan satu orang. Yang belum ditemukan dua di Denpasar dan tiga di Badung. Korban yang kemarin ditemukan berlokasi di Denpasar.
”Hilang belum dinyatakan meninggal. Hilang lima, tadi ditemukan satu. Ini masih diidentifikasi apakah yang dicari ini sesuai datanya,” jelas Teja.
Prinsipnya pelayanan kebutuhan dasar pengungsi tetap dilayani. Untuk masa tanggap darurat berakhir Rabu 17 September 2025, di tempat terpisah dikonfirmasi dengan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyebut akan menyesuaikan dengan situasi.
Sementara ini penanganan bencana sudah dijalankan.”Saya kita apa yang kami lakukan sekarang ini sudah diperjalankan. Kami akan menyesuaikan dengan situasi nanti,” tandasnya.***
Editor : M.Ridwan