Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

BPBD Bali Gelontorkan Rp 3,5 Miliar dari Dana BTT untuk Para Korban Banjir, Bantuan Timor Leste Belum Diterima, Pemkot Apa Kabar?

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 7 Oktober 2025 | 13:45 WIB
SOAL BANTUAN BANJIR: Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana menjelaskan tentang bantuan bencana banjir.
SOAL BANTUAN BANJIR: Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana menjelaskan tentang bantuan bencana banjir.

DENPASARradarbali.jawapos.comHampir sebulan bencana banjir besar  melanda Bali terjadi 10 September lalu. Usai status darurat kebencanaan dicabut, telah masuk dalam tahapan pemulihan. Sekitar Rp 3,5 miliar dana belanja tidak terduga (BTT) Pemprov Bali disalurkan  untuk para korban yang terdampak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Tjeja Bhusana saat dikonfirmasi (5/10/2025) menjelaskan, yang  mengajukan dana tambahan   ke Pemerintah Provinsi Bali, lima kabupaten/kota. Yakni, Jembrana, Bangli, Klungkung, Tabanan dan Denpasar.

Permohonan tersebut telah direalisasikan oleh BPBD Provinsi Bali.  Bantuan yang diberikan  bersumber dari gotong royong  merupakan sumbangan masyarakat dan dana BTT.

"Tahapan pemulihan tentu ujung tombaknya pemerintah kabupaten/ kota. Dalam hal kekurangan sumberdaya, kabupaten/kota mengusulkan tambahan ke provinsi," terangnya. 

Lebih lanjut, kata Teja  khusus yang Denpasar itu, Pemerintah Kota Denpasar  hanya mengusulkan bantuan untuk pedagang pasar kumbasari dan pasar badung, serta tempat ibadah di pasar tersebut. Selebihnya Kota Denpasar tidak ada mengajukan permohonan bantuan. 

Disinggung bagaimana dengan toko-toko yang roboh di Jalan Sulawesi? Teja menyatakan, Pemerintah Kota Denpasar tidak ada mengajukan untuk perbaikan rumah dan toko.

Sebab, Pemkot  yang memiliki wewenang karena lokus di wilayah Denpasar. Sedangkan yang mengajukan perbaikan rumah hanya pemerintah kabupaten Jembrana, Tabanan, Klungkung, dan Bangli yang menjadi prioritas bantuan untuk rumah masyarakat.

"Jembrana, tabanan, klungkung, bangli sudah include rumah. Memang prioritas rumah masyrakat. Denpasar tidak ada mengajukan rumah ataupun toko," imbuh mantan Sekretaris BPBD Provinsi Bali ini. 

Teja meminta untuk   menanyakan ke Pemerintah Kota Denpasar karena kemungkinan perbaikan rumah dan toko yang rusak telah  bisa menghandle sendiri.

"Sebaiknya tanyakan ke kota Denpasar. Mungkin Denpasar sendiri nyang handle," tukasnya. 

Sehingga untuk korban banjir, dana BTT yang telah digelontorkan oleh BPBD Bali membantu para korban sebesar Rp 3,5 miliar.

Bagaimana dengan bantuan dari Timor Leste, karena diketahui Pemerintah Timor Leste akan memberikan bantuan USD 2,5 juta atau kalau dirupiahkan sekitar Rp 41 miliar lebih. T

eja mengaku, hingga saat ini  belum ada menerima bantuan  dari Timor Leste."Kami belum ada menerima bantuan timor Leste," tandasnya.***

Editor : M.Ridwan
#pemprov bali #banjir bandang #bantuan korban banjir #pemkot denpasar #Korban banjir bali