Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tancap Gas! Bandara Bali Utara: Tiga Raksasa Global Digaet, Janjikan Bandara Green Energy dan Aerotropolis Canggih

Francelino Junior • Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:09 WIB
Ilustrasi Desain Bandara Bali Utara. (Francelino Junior)
Ilustrasi Desain Bandara Bali Utara. (Francelino Junior)

 

SINGARAJA, RadarBali.id – Mega proyek pembangunan Bandara Internasional Bali Utara semakin menunjukkan keseriusannya dengan menggandeng tiga perusahaan global terkemuka.

Ketiga mitra baru tersebut—PT Powerchina (bidang energi terbarukan), ClarkeHopkinsClarke Architects (CHC) dari Australia (bidang arsitektur berkelanjutan), dan PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) di bawah Garuda Indonesia Group—baru saja meneken Nota Kesepahaman (MoU) pada Selasa (28/10/2025) di Kantor PT BIBU Panji Sakti, Kubutambahan.

Kolaborasi ini bertujuan mewujudkan bandara yang berstandar dunia dengan konsep ramah teknologi, green energy, dan berakar pada budaya Bali.

Misi Bandara Berstandar Global dan Ramah Budaya

CEO PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko, menegaskan bahwa kemitraan strategis ini adalah langkah nyata dalam upaya pemerataan pembangunan dan konektivitas nasional.

“Kami menghadirkan mitra-mitra dengan reputasi global, agar bandara Bali utara dibangun dengan standar dunia, namun tetap berakar pada budaya dan harmoni Bali,” ujar Erwanto pada Rabu (29/10/2025).

Keterlibatan perusahaan internasional ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan bandara yang mengusung konsep Aerotropolis (kawasan perkotaan yang berpusat pada bandara).

Kemitraan Kunci: Energi Hijau dan Arsitektur Tropis Berkelanjutan

  1. PT Powerchina: Penerapan Smart Microgrid dan Green Energy PT Powerchina Inteligensi dan Integritas Energi Teknologi Indonesia (afiliasi PowerChina) akan berperan vital dalam menyediakan sistem energi hijau dan smart microgrid. Perusahaan ini memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung dan Battery Energy Storage System (BESS). Direktur PowerChina, Zeng Anzhi, menyatakan: "Kami memiliki kapasitas penuh untuk menyediakan sistem energi terbarukan dan penyimpanan baterai yang efisien, untuk mendukung transisi energi hijau Indonesia.”
  2. ClarkeHopkinsClarke (CHC): Konsultan Aerotropolis Berbasis Alam CHC Architects asal Australia dipercaya sebagai konsultan utama pengembangan kawasan Aerotropolis Bandara Bali Utara. Melalui pendekatan Nature Positive Urbanism, CHC berkomitmen mengintegrasikan keanekaragaman hayati dan nilai budaya Bali ke dalam desain perkotaan. Co-Partner CHC, Dean Landy, menyampaikan, “Kami ingin bandara Bali utara menjadi simbol arsitektur tropis berkelanjutan yang membanggakan dunia.”
  3. PT GDPS: Pengelolaan SDM dan Layanan Aviasi Kelas Dunia Sementara itu, PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS)—di bawah naungan Garuda Indonesia Group—akan bekerja sama dalam optimalisasi potensi usaha terkait manajemen SDM, layanan aviasi, dan teknologi operasional bandara. Direktur Utama GDPS, Cornelis Radjawane, menegaskan kesiapan mereka.

 “Kami siap mendukung pengelolaan SDM dan sistem layanan bandara Bali Utara, agar setara dengan bandara-bandar besar di dunia.”

MoU ini menandai babak baru dalam upaya percepatan proyek infrastruktur strategis di Bali Utara.[*]

Editor : Hari Puspita
#bandara bali utara #bandara baru #buleleng #Singaraja