Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Waspada Siklon 93S dari 11 – 18 Desember 2025! Banjir Merata di Semua Wilayah, Dipicu Hal ini, 150 WNA Dievakuasi

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 17 Desember 2025 | 11:15 WIB

 

NGUNGSI: Wisatawan asing saat dievakuasi dengan perahu karet Tagana (Taruna Siaga Bencana) Badung di kawasan Legian, Badung saat banjir pada 14 Desember 2025.
NGUNGSI: Wisatawan asing saat dievakuasi dengan perahu karet Tagana (Taruna Siaga Bencana) Badung di kawasan Legian, Badung saat banjir pada 14 Desember 2025.

DENPASARradarbali.jawapos.com - Bali sudah menjadi daerah yang langganan banjir, intensitas curah hujan terus meningkat. Banjir terjadi hampir merata di seluruh kabupaten/kota di pulau favorit tujuan wisata dunia ini.

Permasalahan klise ini bukan karena persoalan intensitas hujan yang tinggi saja, tapi juga soal drainase yang perlu ada perbaikan. Lokasi banjir lebih banyak terjadi di daerah Bali Selatan.

”Daya dukung lingkungan yang belum siap sesuai dengan kemampuan mengalirkan air yang baik, tata ruangnya sistem drainasenya juga masalah yang tampak di Sanur Bumi Ayu itu langganan juga sebenarnya,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali I Gede Teja saat ditemui di ruangan Pusdalops BPBD Bali (16/12/2025)

 Baca Juga: Menarik! Sampaikan Duplik, Tim Kuasa Hukum Budiman Tiang Sebut JPU Hanya Mengulang BAP

Infrastruktur saluran air atau drainase salah satu penyebab banjir sehingga mesti diperhatikan dan diperbaiki supaya dapat menyerap air secara maksimal.

Sebab, dilihat juga di drainase ada banyak sampah termasuk kabel ditemukan di drainase.

”Ya perlu ditingkatkan baik drainase lama atau baru. Karena dilihat juga drainase, selain lumpur dan sampah macam-macam. Memang harus dijaga oleh yang mengelola infrastruktur,” jelasnya. 

Diakui dari tanggal 11 Desember hingga 18 Desember di Bali waspada bibit siklon 93s yang merupakan meningkatnya curah hujan disertai angin kencang. Hujan Sedang hingga lebat akan terjadi sehingga mesti diwaspadai, meski secara teknis siklon menjauh dari khatulistiwa.

”Lihat kemarin diantaranya 11-18 Desember sudah tiga kali serangan. Yang pertama kejadian luapan atau banjir di Karangasem, besoknya kejadian di Denpasar dan Badung. Kemarin Gianyar dan Jembrana dan ancaman ini masih berpotensi beberapa hari kedepan,” beber Teja. 

DAMPAK SIKLON: Peta persebaran bibit hujan di Bali sesuai citra yang ditampilkan Pusdalops
DAMPAK SIKLON: Peta persebaran bibit hujan di Bali sesuai citra yang ditampilkan Pusdalops

Akibat dari hujan lebat, terjadi banjir dan pohon tumbang. Termasuk warga negara asing (WNA) dievakuasi berjumlah 150 orang. Kejadian banjir merata di Karangasem, kemudian kejadian di Denpasar dan Badung.

Setelah itu di Jembrana, dan juga Gianyar. Ancaman ini masih berpotensi beberapa hari kedepan. Di Karangasem yang terdampak cukup banyak 50 KK dan ada dua sekolah terdampak, tembok sekolah jebol karena sungainya meluap akibat hujan cukup lebat.

”Kemudian di Denpasar sendiri 20 titik, di Badung 14 titik jadi cukup banyak walaupun tidak sebanyak pada bulan September dan itu titiknya berbeda karena karakter hujannya berbeda,” jelasnya. 

Perbedaan karakter hujan di bulan ini dengan September, kejadian banjir bukan ini ke arah Bali Selatan dan bulan september terjadi hujan di daerah aliran sunga.

Tercatat 150 wisatawan yang dievakuasi di Badung dan Denpasar karena terdampak korban banjir. Mereka dievakuasi untuk mengungsi dan ada juga kebetulan masa liburannya sudah habis dan keluar dari penginapan.

”Nah kemarin berbeda karakternya banyak di perumahan yang tergenang karena hujannya agak ke selatan. Termasuk wisatawan asing juga dievakuasi ke tempat aman,” tuturnya. 

Lokasi yang rawan sungai karena luapan seperti bantaran sungai Tukad Badung. Selain luapan sungai yang rawan di kawasan Padang Sambian, Sanur, Seminyak dan Kuta. 

Teja meminta masyarakat selalu memantau informasi BMKG mengetahui perkembangan cuaca dan selalu menyiapkan langkah-langkah darurat.”Kalau sudah tahu informasi maka siapkan langkah-langkah darurat bila diperlukan,” jelasnya.***

Editor : M.Ridwan
#curah hujan #Pusdalops BPBD #sistem drainase #banjir #bali