Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jelang Pergantian Tahun, Waspada Horor Macet di Akses Bandara, Tempat Wisata dan Pusat Oleh-oleh, Dishub Bali Prediksi ini

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 30 Desember 2025 | 05:06 WIB
MACET TOTAL: Kemacetan di kawasan jalan Sunset Road Kuta tahun lalu menjelang pergantian tahun.
MACET TOTAL: Kemacetan di kawasan jalan Sunset Road Kuta tahun lalu menjelang pergantian tahun.

DENPASARradarbali.jawapos.com - Menjelang tahun baru pergerakkan masuk dan keluar Bali telah terasa. Dinas perhubungan Provinsi Bali memprediksi pada masa Angkutan Nataru 2025/2026 pergerakan keluar–masuk Bali melalui tiga pintu utama dari Bandara I Gusti Ngurah Rai,

Pelabuhan Gilimanuk, dan Pelabuhan Padangbai) mencapai sekitar 2,31 juta penumpang dalam periode 19 Desember 2025 sampai 3 Januari 2026.  Kedatangan masuk Bali   alami penurunan dibandingkan tahun lalu. 

Kepala Seksi Pengendalian Lalu Lintas Kawasan pada UPTD Pusat Pengendalian LLAJ Dishub Provinsi Bali, Nengah Suki,  memperlihatkan data dari Dishub Bali, lonjakan kedatangan penumpang dari Pelabuhan Gilimanuk terjadi menjelang Hari Raya Natal.

Jumlah  penumpang masuk Bali dari Gilimanuk 223.124 per data 18 Desember hingga 26 Desember.” sesuai dengan data ini, untuk periode yg sama tahun ini kalau dibandingkan tahun lalu, jumlah tahun ini yg masuk Bali lewat bandara, Gilimanuk dan Padangbai lebih rendah dibandingkan tahun lalu,” kata Suki saat dihubungi kemarin (29/12). 

Kendati peningkatan wisatawan tidak signifikan,  Dishub  Bali telah lakukan  pemetaan titik rawan kemacetan. Dari   evaluasi tahun-tahun sebelumnya pergerakan kendaraan yang akan mengalami kemacetan signifikan seperti akses bandara, koridor wisata, pusat perbelanjaan, dan pusat oleh-oleh.

Kawasan menuju  Bandara I Gusti Ngurah Rai salah satu kawasan paling macet. Khususnya  pada ruas Jalan By Pass Ngurah Rai (dari  Underpass Dewaruci – Bundaran Tahura Ngurah Rai – Kedonganan – Simpang Patung Kuda. Kemudian,  Jalan Raya Tuban, dan Jalan  Airport Ngurah Rai tepatnya di bundaran tahura – simpang patung kuda – gate bandara. 

Kemacetan di kawasan wisata juga menjadi titik rawan,  seperti kawasan  di Kuta  dan sekitarnya. Ruas jalan yang tercatat jadi perhatian  Jalan  Kediri, Jalan Kartika Plaza, Jalan  Dewi Sartika, dan Jalan Raya Kuta.

Kerap terjadi penumpukan kendaraan di koridor pusat perbelanjaan dan pusat oleh-oleh di sekitar Jalan By Pass Ngurah Rai, seperti area Krisna Oleh-Oleh dan The Keranjang Bali.”Akses ke kawasan wisata dan pusat keramaian lainnya di Bali secara umum juga menjadi titik rawan kepadatan, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan saat libur Nataru,” imbuh Suki. 

Pembatasan truk angkutan barang dilakukan  mengurangi potensi hambatan dan kemacetan. Terkhusus di ada Jalan nasional Denpasar–Gilimanuk sesuai surat kesepakatan bersama  Menhub, Korlantas Polri, dan Menteri PUPR. 

Pembatasan ini berlaku untuk truk terbuka, box, dan kontainer dengan JBB di atas 5 ton dan panjang lebih dari 6 meter.”Kecuali pengangkut kebutuhan pokok, BBM/BBG, ternak, dan barang esensial lainnya,” katanya. 

Dishub Bali bersama kepolisian membentuk Posko Angkutan Nataru pada tanggal 18 Desember 2025 sampai 5 Januari 2026, dengan Posko Induk/Command Center di CC Room ATCS Provinsi Bali dan Posko Bundaran Ngurah Rai yang memantau pergerakan lalu lintas dan angkutan secara terpadu.

”Kami koordinasi intensif dengan Kepolisian, BPTD Kelas II Bali, pengelola bandara, ASDP, pengelola pelabuhan, terminal, dan pemerintah kabupaten/kota untuk sinkronisasi data, pola operasi dan rekayasa lalu lintas,” beber Suki. 

Pendataan penumpang dan kendaraan dilakukan  di  pintu masuk Bali setiap harinya. Meliputi Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Padangbai, Benoa, dan Terminal Mengwi memberikan  data penumpang dan kendaraan.

Serta, pemanfaatan Area Traffic Control System (ATCS) pada 107 titik di jalan-jalan strategis di Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan dan kabupaten lainnya untuk pengaturan lampu lalu lintas secara dinamis menyesuaikan kepadatan.

Dishub Bali juga lakukan pengecekan kelaikan armada melalui ramp check. pengawasan terhadap angkutan umum tidak berizin; dan penyiapan jalur alternatif bila jalur utama terganggu. Juga antisipasi dampak cuaca buruk terhadap mobilitas;

Suki memaparkan,  pihaknya telah memetakan puncak arus kedatangan  19–21 Desember 2025 dan  kedatangan  26–27 Desember 2025.  Sedangkan  keberangkatan  28–29 Desember 2025 Puncak keberangkatan  1–3 Januari 2026. 

Terkait rekayasa lalu lintas, Dishub  sterilisasi parkir di badan jalan (on-street parking) dan penertiban gangguan samping pada Jalan By Pass Ngurah Rai, Jalan  Airport Ngurah Rai, dan Jalan Raya Tuban, dan sekitarnya.

Pengalihan arus ketika terjadi deadlock di akses bandara.”Penyiapan mobil derek bekerja sama dengan Jasa Marga Bali Tol, pengelola bandara, Dishub Badung dan Denpasar untuk mempercepat penanganan kendaraan mogok atau kecelakaan di koridor strategis,” pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#kemacetan #penumpang pesawat #macet tahun baru