DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Menjelang tahun baru pergerakkan masuk dan keluar Bali telah terasa. Dinas perhubungan Provinsi Bali memprediksi pada masa Angkutan Nataru 2025/2026 pergerakan keluar–masuk Bali melalui tiga pintu utama dari Bandara I Gusti Ngurah Rai,
Pelabuhan Gilimanuk, dan Pelabuhan Padangbai) mencapai sekitar 2,31 juta penumpang dalam periode 19 Desember 2025 sampai 3 Januari 2026. Kedatangan masuk Bali alami penurunan dibandingkan tahun lalu.
Kepala Seksi Pengendalian Lalu Lintas Kawasan pada UPTD Pusat Pengendalian LLAJ Dishub Provinsi Bali, Nengah Suki, memperlihatkan data dari Dishub Bali, lonjakan kedatangan penumpang dari Pelabuhan Gilimanuk terjadi menjelang Hari Raya Natal.
Jumlah penumpang masuk Bali dari Gilimanuk 223.124 per data 18 Desember hingga 26 Desember.” sesuai dengan data ini, untuk periode yg sama tahun ini kalau dibandingkan tahun lalu, jumlah tahun ini yg masuk Bali lewat bandara, Gilimanuk dan Padangbai lebih rendah dibandingkan tahun lalu,” kata Suki saat dihubungi kemarin (29/12).
Kendati peningkatan wisatawan tidak signifikan, Dishub Bali telah lakukan pemetaan titik rawan kemacetan. Dari evaluasi tahun-tahun sebelumnya pergerakan kendaraan yang akan mengalami kemacetan signifikan seperti akses bandara, koridor wisata, pusat perbelanjaan, dan pusat oleh-oleh.
Kawasan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai salah satu kawasan paling macet. Khususnya pada ruas Jalan By Pass Ngurah Rai (dari Underpass Dewaruci – Bundaran Tahura Ngurah Rai – Kedonganan – Simpang Patung Kuda. Kemudian, Jalan Raya Tuban, dan Jalan Airport Ngurah Rai tepatnya di bundaran tahura – simpang patung kuda – gate bandara.
Kemacetan di kawasan wisata juga menjadi titik rawan, seperti kawasan di Kuta dan sekitarnya. Ruas jalan yang tercatat jadi perhatian Jalan Kediri, Jalan Kartika Plaza, Jalan Dewi Sartika, dan Jalan Raya Kuta.
Kerap terjadi penumpukan kendaraan di koridor pusat perbelanjaan dan pusat oleh-oleh di sekitar Jalan By Pass Ngurah Rai, seperti area Krisna Oleh-Oleh dan The Keranjang Bali.”Akses ke kawasan wisata dan pusat keramaian lainnya di Bali secara umum juga menjadi titik rawan kepadatan, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan saat libur Nataru,” imbuh Suki.
Pembatasan truk angkutan barang dilakukan mengurangi potensi hambatan dan kemacetan. Terkhusus di ada Jalan nasional Denpasar–Gilimanuk sesuai surat kesepakatan bersama Menhub, Korlantas Polri, dan Menteri PUPR.
Pembatasan ini berlaku untuk truk terbuka, box, dan kontainer dengan JBB di atas 5 ton dan panjang lebih dari 6 meter.”Kecuali pengangkut kebutuhan pokok, BBM/BBG, ternak, dan barang esensial lainnya,” katanya.
Dishub Bali bersama kepolisian membentuk Posko Angkutan Nataru pada tanggal 18 Desember 2025 sampai 5 Januari 2026, dengan Posko Induk/Command Center di CC Room ATCS Provinsi Bali dan Posko Bundaran Ngurah Rai yang memantau pergerakan lalu lintas dan angkutan secara terpadu.
”Kami koordinasi intensif dengan Kepolisian, BPTD Kelas II Bali, pengelola bandara, ASDP, pengelola pelabuhan, terminal, dan pemerintah kabupaten/kota untuk sinkronisasi data, pola operasi dan rekayasa lalu lintas,” beber Suki.
Pendataan penumpang dan kendaraan dilakukan di pintu masuk Bali setiap harinya. Meliputi Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Padangbai, Benoa, dan Terminal Mengwi memberikan data penumpang dan kendaraan.
Serta, pemanfaatan Area Traffic Control System (ATCS) pada 107 titik di jalan-jalan strategis di Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan dan kabupaten lainnya untuk pengaturan lampu lalu lintas secara dinamis menyesuaikan kepadatan.
Dishub Bali juga lakukan pengecekan kelaikan armada melalui ramp check. pengawasan terhadap angkutan umum tidak berizin; dan penyiapan jalur alternatif bila jalur utama terganggu. Juga antisipasi dampak cuaca buruk terhadap mobilitas;
Suki memaparkan, pihaknya telah memetakan puncak arus kedatangan 19–21 Desember 2025 dan kedatangan 26–27 Desember 2025. Sedangkan keberangkatan 28–29 Desember 2025 Puncak keberangkatan 1–3 Januari 2026.
Terkait rekayasa lalu lintas, Dishub sterilisasi parkir di badan jalan (on-street parking) dan penertiban gangguan samping pada Jalan By Pass Ngurah Rai, Jalan Airport Ngurah Rai, dan Jalan Raya Tuban, dan sekitarnya.
Pengalihan arus ketika terjadi deadlock di akses bandara.”Penyiapan mobil derek bekerja sama dengan Jasa Marga Bali Tol, pengelola bandara, Dishub Badung dan Denpasar untuk mempercepat penanganan kendaraan mogok atau kecelakaan di koridor strategis,” pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan