MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja yang impresif. Sepanjang tahun ini, Imigrasi Ngurah Rai melayani lebih dari 15 juta perlintasan orang melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sekaligus memperkuat pengawasan demi menjaga kedaulatan negara dan kualitas pariwisata Bali.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Winarko, mengungkapkan berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM), jumlah perlintasan pada 2025 meningkat 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total tersebut, 6,9 juta di antaranya merupakan wisatawan mancanegara (WNA).
Peningkatan arus perlintasan ini menunjukkan kepercayaan dunia terhadap Bali sebagai destinasi pariwisata internasional. "Namun di sisi lain, pengawasan tetap kami perketat untuk memastikan keamanan dan ketertiban,” ujar Winarko dalam refleksi akhir tahun, Rabu (31/12/2025).
Dalam upaya pengawasan keimigrasian, Imigrasi Ngurah Rai mencatat 1.326 WNA ditolak masuk ke wilayah Indonesia. Selain itu, dilakukan penundaan keberangkatan terhadap 1.221 orang, baik WNA maupun WNI, sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Di bidang penegakan hukum, sepanjang 2025 Imigrasi Ngurah Rai menangani 2 kasus Tindak Pidana Keimigrasian serta menjatuhkan 912 Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK). Tindakan tersebut meliputi pendeportasian, pendetensian, penangkalan, hingga pembatalan izin tinggal.
Untuk memperkuat pengawasan di lapangan, jajaran Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) aktif melaksanakan 1.196 kegiatan patroli keimigrasian serta 450 kegiatan pengawasan di berbagai wilayah.
Sementara di sektor pelayanan publik, Imigrasi Ngurah Rai menerbitkan 27.977 paspor RI sepanjang 2025.
Baca Juga: Suwung Tutup 1 Maret 2026, Gubernur Bali Wajib Tuntaskan Izin Lingkungan TPA Landih
Sebagai langkah pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), sebanyak 338 permohonan paspor ditolak karena terindikasi akan digunakan untuk menjadi PMI non-prosedural. Tak hanya itu, Imigrasi Ngurah Rai juga menerbitkan 53.428 izin tinggal, yang terdiri dari izin tinggal kunjungan, izin tinggal terbatas, dan izin tinggal tetap.
Seluruh capaian tersebut berbanding lurus dengan kontribusi terhadap negara. Sepanjang 2025, Imigrasi Ngurah Rai berhasil membukukan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 1,5 triliun, atau mencapai 97,41 persen dari target yang ditetapkan.
Untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Imigrasi Ngurah Rai juga menggulirkan inovasi melalui program Eazy Paspor dan Eazy Intal, dengan membuka layanan keimigrasian di pusat perbelanjaan yang menjangkau 1.000 kuota pelayanan.
Baca Juga: Rilis Akhir Tahun 2025, Polda Bali Klaim Kamtibmas Tetap Kondusif, 3.427 Kasus Berhasil Diungkap
Menutup refleksi akhir tahun, Winarko menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah bersinergi mendukung kinerja Imigrasi Ngurah Rai sepanjang 2025. Keberhasilan ini adalah hasil kerja kolektif seluruh jajaran dan mitra kerja.
"Ke depan, kami akan terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat fungsi pengawasan dan penegakan hukum demi menjaga kedaulatan negara,” tutupnya.***
Editor : M.Ridwan