JEMBRANA , RadarBali.id– Setelah dihantam angin kencang beberapa hari lalu, cuaca di wilayah Kabupaten Jembrana dalam dua hari terakhir terpantau cerah tanpa hujan.
Meski demikian, kondisi ini diprediksi tidak akan berlangsung lama mengingat puncak musim hujan diperkirakan baru akan terjadi pada bulan Februari mendatang.
Kepala Stasiun Klimatologi Bali di Jembrana, Aminudin Al Roniri, melalui staf analisa Trayi Budi Samantu, menjelaskan bahwa angin kencang yang terjadi sebelumnya dipicu oleh adanya siklon tropis. Namun, saat ini intensitas siklon tersebut telah menurun.
"Saat ini siklon tropis sudah melemah dan bergerak menjauh ke arah selatan menuju wilayah Australia," ujar Trayi saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).
Meskipun langit Jembrana saat ini cenderung cerah, masyarakat diimbau untuk tidak lengah. BMKG mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas ringan, sedang, hingga ekstrem dalam sepekan ke depan seiring dengan transisi menuju puncak musim hujan.
"Kondisi cuaca saat ini sebenarnya kembali normal menuju puncak musim hujan pada Februari nanti. Jadi, potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai," terangnya.
Berita baiknya, normalnya kecepatan angin juga berdampak pada kondisi perairan. Untuk beberapa hari ke depan, pesisir Jembrana diprediksi aman dari potensi gelombang tinggi maupun banjir rob. Para nelayan dan warga di pesisir dapat menjalankan aktivitas dengan lebih tenang, namun tetap diminta memantau perkembangan cuaca secara berkala.[*]
Editor : Hari Puspita