DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Pelatihan dan Kompetisi Jurnalistik Pelajar SMA/Sederajat 2026 yang digelar Jawa Pos Radar Bali (JPRB) mendapat dukungan luas
dari berbagai pihak. Mengusung tema "Menjaga Kelestarian Lingkungan Bali", acara ini berlangsung di Lantai 4 Gedung Astra Motor Bali, Sabtu (7/3/2026).
Dalam ajang ini, ada dua kategori yang dilombakan, yakni hard news dan feature. Ketentuannya, naskah hard news maksimal 500 kata, sementara feature maksimal 700 kata. Para peserta memperebutkan hadiah uang tunai jutaan rupiah, piagam, serta trofi.
Dua redaktur Radar Bali hadir sebagai narasumber, yakni Muhammad Ridwan (materi hard news) dan Hari Puspita (materi feature).
Sebanyak 128 siswa dari seluruh Bali menyimak dengan seksama penjelasan kedua pembicara. Antusiasme peserta terlihat dari kritisnya pertanyaan yang diajukan. Salah satunya Pradnya, siswi SMAN 1 Denpasar, yang
mempertanyakan independensi media terhadap organisasi tertentu dalam sesi Hari Puspita.
Muhammad Ridwan menekankan bahwa berita yang dimuat harus beranjak dari fakta.
"Seperti dulu ada fenomena Ponari yang disebut bisa menyembuhkan. Itu layak jadi berita karena faktanya memang terjadi demikian," ujar Ridwan.
Sementara itu, Hari Puspita menjelaskan tentang berita feature merupakan berita kisah. Pria yang akrab disapa Pipit ini menekankan bahwa perbedaan mencolok antara feature dan hard news terletak pada cara penyampaian. Berita kisah cenderung lebih menyentuh sisi manusiawi (human interest) dan sedikit subjektif, namun tetap dilarang mengarang.
"Unsurnya lebih menekankan pada 'mengapa' dan 'bagaimana' yang diperjelas dalam alur cerita," kata Pipit.
Dukungan positif juga datang dari Pemerintah Provinsi Bali. Gubernur Bali yang diwakili Karo Humas Setda Provinsi Bali, Ida Bagus Surja Manuaba, mengapresiasi kompetisi ini sebagai wadah pengembangan minat dan bakat generasi muda.
"Kegiatan ini sangat penting untuk melatih kemampuan berpikir kritis, meningkatkan budaya literasi, serta menumbuhkan keberanian generasi muda menyampaikan gagasan secara objektif dan bertanggung jawab," ujar Surja Manuaba.
Senada dengan hal tersebut, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Badung, I Made Suardita, turut memberikan dukungan. Ia mendorong Jawa Pos Radar Bali untuk terus melakukan edukasi literasi di tengah derasnya arus informasi.
"Pemerintah Kabupaten Badung terus mendukung. Di tengah informasi tanpa batas, sangat penting mengedukasi generasi muda melalui kegiatan seperti ini," jelas Suardita.
Mengingat derasnya informasi kerap berdampak bias, Suardita mengingatkan pentingnya melakukan filter informasi. Ia bahkan berencana menggandeng Radar Bali untuk menggelar acara serupa pada momentum HUT Mangupura atau ajang ManguCita.
"Kami akan berkolaborasi dalam kegiatan literasi untuk mengajarkan bagaimana memfilter setiap informasi. Radar Bali harus tetap menjadi media independen yang memberikan informasi sehat kepada masyarakat,"
tandasnya.*** Editor : M.Ridwan