MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Acap dituding sepi penumpang, faktanya pengguna Angkutan Umum Trans Metro Dewata (TMD) di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) terus meningkat.
Berdasarkan data periode operasional satu tahun, 20 April 2025 hingga 19 April 2026, jumlah penumpang mencapai sekitar 1,7 juta orang.
Capaian itu disampaikan dalam pembukaan Bali Sustainability Project (BSP) III – Eco Festival Hari Bumi 2026 di Discovery Mall Bali, Jumat (24/4/2026).
Acara tersebut dihadiri Anggota DPD RI Dapil Bali Ni Luh Djelantik, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali Kadek Mudarta, Anggota DPRD Bali I Wayan Puspa Negara, Bendesa Adat Kuta, perwakilan Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung, kalangan akademisi, serta pelaku usaha.
Dalam sambutan Direktur Utama PT Satria Trans Jaya, I Ketut Eddy Dharmaputra, yang dibacakan oleh Ida Bagus Eka Budi selaku Manajer Operasional Trans Metro Dewata, ia mengaku melihat tren positif penggunaan moda transportasi umum, khususnya di wilayah Sarbagita.
Lebih lanjut disampaikan, selama satu tahun terakhir rata-rata pengguna TMD hampir menyentuh 5.000 orang per hari.
Baca Juga: Megawati Hangestri Semakin Dekat ke Hyundai Hillstate, Peluang Comeback ke Red Sparks Tertutup
“Dari data ini kita bisa melihat bahwa ternyata budaya masyarakat Bali, khususnya yang tinggal di wilayah Sarbagita, untuk menggunakan moda transportasi umum sudah mulai tumbuh dan terlihat,” ujarnya.
Penggunaan TMD tahun 2025-2026 berjumlah 1.729.751 penumpang, meningkat dibanding capaian tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.624.337 orang.
Artinya, ada kenaikan sekitar 6,5 persen. Kenaikan juga terlihat pada rata-rata pengguna harian. Pada 2024, jumlah penumpang harian rata-rata 4.450 orang, sedangkan periode 2025-2026 naik menjadi 4.751 orang per hari, atau tumbuh sekitar 6,8 persen.
Peningkatan penumpang ini menjadi sinyal positif bahwa transportasi publik mulai diterima masyarakat.
Angkutan massal perkotaan dinilai sangat penting untuk mengurangi kemacetan, menekan polusi, sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan di Bali.
Baca Juga: Persib Ditahan Arema, Borneo FC Berpeluang Rebut Takhta Klasemen Saat Jamu Semen Padang
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan, khususnya Komunitas Kawan Alam yang aktif mengajak masyarakat menjaga lingkungan melalui edukasi, kampanye, dan aksi nyata.
“Kami PT Satria Trans Jaya selaku operator layanan Trans Metro Dewata dilibatkan dalam kegiatan yang sangat penting untuk kemajuan Bali di masa yang akan datang. Kita perlu bekerja sama, bersinergi, dan berkolaborasi agar bisa menjaga keberlangsungan kondisi Bali agar tetap aman dan nyaman untuk semua, baik masyarakat yang tinggal di Bali maupun wisatawan yang datang berkunjung ke Bali,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap layanan transportasi publik, PT Satria Trans Jaya juga menyerahkan 13 rambu halte kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali untuk dipasang di titik-titik henti layanan TMD yang selama ini belum memiliki penanda.
Bali Sustainability Project III – Eco Festival Hari Bumi 2026 sendiri digelar selama tiga hari, 24 hingga 26 April 2026, di Discovery Mall Bali. Kegiatan itu diisi pameran lingkungan, seminar nasional, talk show, diskusi perubahan iklim, hingga aksi bersih pantai.
Pada hari pertama, agenda pembukaan diisi dengan sambutan sejumlah pihak, penandatanganan komitmen bersama, penyerahan penghargaan, peragaan busana daur ulang, serta talk show bertema lingkungan dan transportasi ramah bumi.
Eka Budi berharap kegiatan tersebut mampu mendorong dukungan berkelanjutan terhadap transportasi massal di Bali.
“Semoga siapapun yang hadir dalam acara ini dapat mendukung keberlangsungan angkutan umum massal perkotaan di wilayah Sarbagita secara terus-menerus sesuai dengan tujuan kegiatan ini,” pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan