DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Pengolahan Sampah jadi Energi Listrik (PSEL) mendapat penolakan, karena ada pemasangan baliho bertuliskan "Kami Menolak Pembangunan PSEL di Lokasi Ini, Menuju Pesanggaran Sehat, Bersih dan Nyaman".
Kemudian ada baliho bertuliskan, Wajib Berlokasi di TPA Lama" dengan foto surat berkop Banjar Pesanggaran, Desa Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan. Lokasi baliho itu sekitarJalan Raya Pelabuhan Benoa dan di lokasi PSEL.
Saat dikonfirmasi, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta usai sidang paripurna kemarin (18/5/2026), Giri mengatakan, rencana PSEL telah matang. Baik dari pusat hingga ke masyarakat wilayah tingkat bawah."Kami pikir ini sudah selesai untuk urusan kerjasamanya. Dan itu sudah diputuskan dari situ," kata Giri.
Baca Juga: Mutasi Besar-besaran di PTA Bali, Mantan Wakil Ketua PA Badung Pimpin PA Karangasem
Giri meminta semua pihak harus mendukung pembangunan teknologi untuk penuntasan masalah sampah ini karena open dumping telah dilarang.
"Dan semoga nanti semua pihak harus mendukung. Dan tidak ada alasan lagi untuk tidak mendukung. Karena PSEL ini sekali lagi, ini sama sekali tidak menimbun sampah," tuturnya.
Katanya, pengolahan sampah jadi energi listrik ini, ini merupakan pabrik. Giri mengatakan, Sampah akan dituntaskan dalam waktu singkat. Ia mengumpamakan, sampah datang di lagi hari dan pengolahan telah tuntas pada sore hari.
"Yang masuk itu, pagi masuk, sore sudah selesai. Dan bahkan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Cuma kita sekarang ini harus bersabar kaitannya dengan pembangunan nanti," jelasnya.
Seperti diketahui PSEL dijadikan solusi penanganan sampah di Bali yang akan dikelola langsung oleh Danantara (Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara) merupakan pengelola dana abadi. Rencana groundbreaking PSEL bulan Juli dan akan tuntas pada Desember 2027.
Menurut Giri Prasta, di bawah Danantara PSEL tidak akan bernasib sama dengan PT NOEI yang pernah gagal menyulap sampah jadi listrik."Dulu PT NOEI itu pihak ketiga kalau tidak salah tidak ditangani pemerintah. Kalau sekaramg Danantara itu program riil pemerimtah pusat semoga di Bali berhasil,"harapnya.***
Editor : M.Ridwan