Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh! Masih Kekurangan 80 Tiang Penanda Bus TMD, Pemprov Sebut Keterbatasan Anggaran

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 24 Mei 2026 | 20:52 WIB
KURANG ANGGARAN: Dishub Bali dan PT Satria Trans Jaya  saat pemasangan rambu penanda Bus Trans Metro Dewata (TMD). (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)
KURANG ANGGARAN: Dishub Bali dan PT Satria Trans Jaya saat pemasangan rambu penanda Bus Trans Metro Dewata (TMD). (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Sarana fasilitas untuk transportasi umum di Bali masih terus dilengkapi. Salah satunya penanda shelter Trans Metro Dewata atau disingkat TMD belum sepenuhnya tersedia di semua tempat naik atau turun penumpang.

PT Satria Trans Jaya memberikan papan penanda bus di 13 titik. Diantaranya;  di depan Kantor Gubernur Bali, Lapangan Renon bagian utara serta di depan kantor Kesbangpol, Jumat (22/5) lalu.

Dukungan itu merupakan bagian dari tanggung jawab sosial (TJSL).

​Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali Kadek Mudarta mengatakan, selama ini ada beberapa titik seperti di sekitar Lapangan Renon telah lama menjadi titik henti bus tayo itu, tapi tidak diberikan tanda sehingga banyak masyarakat yang tidak tahu.

Diakuinya untuk sarana dan prasarana TMD masih kurang dan belum memadai. Seperti papan penanda maupun pemenuhan halte bahkan juga tidak terpasang kamera pengintai atau CCTV mencegah aksi kejahatan.

Baca Juga: Evaluasi Operasional Bus TMD, Koster Soroti Biaya Sharing Anggaran Rp49,7 Miliar, MTI Dukung di Evaluasi, Ubah Anggapan Bakar Uang

"Terutama masyarakat yang pertama kali menggunakan. Jadi kalau masyarakat yang sudah sering naik, mereka sudah tahu gitu. Di aplikasi sendiri juga sudah ada gitu, tetapi di aplikasi kan tidak secara eksak menyebut titiknya gitu. Maka tetap perlu rambu secara fisik sebagai pengenal fisik," kata Mudarta.

Pemenuhan sarana prasarana dilakukan secara bertahap, ​Dishub Bali akan membangun dua halte, di depan Duta Plaza di Jalan Dewi Sartika dan  di depan Denpasar Cineplex.

Selain yang berupa halte,  akan menambahkan lagi beberapa rambu bus. Halte yang telah ada juga rutin dilakukan pemeliharaan seperti pengecatan ulang perbaiki railing.

"Pemeliharaan seperti pengecatan, kemudian juga mungkin ada apa namanya, ada railing-nya yang perlu diperbaiki, ada pengelasan, dan sebagainya," jelasnya.

​Mudarta menjelaskan, banyak masukan dari pencinta transum untuk optimalkan sarana dan prasarana, namun kendalanya keterbatasan anggaran sehingga Pemprov Bali belum dapat merealisasikan masukan masyarakat. Salah satu usulan dipasangkan CCTV di halte.

Baca Juga: Viral! Sedang Meluncur, Bus TMD Tetiba Kepulkan Asap di Kuta, Penumpang Semburat, Ini Alasan Operator

"Usulan-usulan memang sampai saat ini sudah dimasukkan, sudah kita terima juga dari masyarakat. Namun memang dengan keterbatasan apa namanya, fiskal yang kita miliki saat ini, untuk CCTV memang belum dapat kita penuhi saat ini gitu. Tetapi itu adalah sebuah ide yang baik," terang Mudarta.

​Sementara itu, Direktur PT Satria Trans Jaya, I Ketut Eddy Dharmaputra mengatakan, sebagai perusahaan yang mengoperasikan TMD, ia turut mendukung pelayanan untuk angkutan umum dengan berpartisipasi memberikan rambu-rambu ini.

"Dan tidak menutup kemungkinan juga nantinya juga kami akan terus memberikan satu dukungan, sehingga Trans Metro Dewata ini lebih dikenal dalam  pelayanannya," ungkap Eddy.

​Jumlah titik henti TMD sekitar 400-an dan yang belum terisi ada 80. Maka, dengan penambahan masyarakat umum bisa mengetahui di mana tempat naik dan turunnya Trans Metro Dewata.

Eddy juga menyampaikan, lebih meningkatkan daya tarik masyarakat menumpang TMD, ia berharap ditambah feeder memperkuat konektivitas.

Baca Juga: MENYALA! Bus TMD Akhirnya Mengaspal Kembali, Minus Tabanan, Didanai Gotong Royong Pemkab Denpasar, Gianyar Badung

"Kelihatannya trend-nya juga udah naik ya. Trend-nya sudah naik dari tahun ke tahun itu naik. Ah, tinggal sekarang bagaimana faktor dukungan aja. Iya, dukungannya tentunya dari tadi, rambu telah kita siapkan, maksimalkan ya, sehingga lebih diketahui orang mau naik dan mau turunnya di mana. Harapannya ada feeder," jelasnya.

​Terlebih juga TMD sudah menjadi bagian dari masyarakat dalam menunjang aktivitas. Tahun lalu rata-rata jumlah penumpang per hari 4.658. Awal tahun 2026 sempat menurun karena hujan, tapi ada peningkatan pada bulan Mei setelah adanya perbaikan rute.

"Tetapi, setelah di bulan Mei kita lakukan beberapa perbaikan rute, kemudian ada tambahan titik henti, jumlahnya sudah di atas 5.000 saat ini. Jadi bulan Mei rata-rata, rata-rata orang yang nge-tap di bulan Mei per hari itu di atas 5.000," tambah Kadishub Bali Kadek Mudarta.***

Editor : M.Ridwan
#shelter bus #rambu pemberhentian #TMD #Dishub Bali #Trans Metro Dewata