Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Harga Pertamax Melejit Naik, Bahan Pokok Masih Dijamin Aman, Kadisperindag Sebut Tak  Signifikan

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 12 Juni 2026 | 05:25 WIB
BERDAMPAK LUAS: Ilustrasi dampak kenaikan harga BBM jenis Pertamax yang memicu kenaikan harga komoditas lain. (ILUSTRASI Gemini/radarbali.id)
BERDAMPAK LUAS: Ilustrasi dampak kenaikan harga BBM jenis Pertamax yang memicu kenaikan harga komoditas lain. (ILUSTRASI Gemini/radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Pemerintah kembali memutuskan kebijakan tak populis. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memicu keresahan karena akan berdampak pada kenaikan harga. Terlebih mendekati hari raya Galungan.

​Dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, meminta seluruh pemangku kepentingan yang tergabung di dalamnya untuk terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap ketersediaan bahan pokok serta kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang akan jatuh pada 17 Juni dan 27 Juni 2026.

Hal tersebut disampaikan saat memimpin dan menghadiri High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Bali yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Rabu (10/6/2026).

​Menurutnya, pengawasan telah dilakukan karena Hari Raya Galungan dan Kuningan semakin dekat.

Baca Juga: Kartel Narkoba Australia Dideportasi dari Bali, Buronan Interpol itu Dicekal Seumur Hidup

Dipastikan akan ada peningkatan pembelian berbagai kebutuhan, mulai dari bahan pangan pokok, daging, bumbu dapur, LPG, hingga sarana upacara seperti bahan banten dan penjor.

​Diharapkan stok kebutuhan masyarakat tetap aman serta mencegah terjadinya kepanikan di masyarakat.

"Kami wajib menginformasikan secara luas bahwa ketersediaan kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman. Dengan demikian, masyarakat tidak melakukan panic buying yang berpotensi menimbulkan penimbunan dan kelangkaan barang di lapangan,” katanya.

​Tidak hanya memastikan ketersediaan stok, terkait distribusi juga diawasi. Harapannya, pemenuhan kebutuhan masyarakat juga harus berjalan lancar, tepat sasaran, dan mudah diakses.

Untuk itu, koordinasi dan kolaborasi antar Satuan Tugas (Satgas) Pangan di seluruh kabupaten/kota se-Bali perlu terus diperkuat.

Kata Dewa Indra, jika suatu daerah mengalami keterbatasan stok komoditas tertentu, maka kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan daerah lain.

​Seperti Kabupaten Buleleng yang memiliki ketersediaan cabai mencapai 76,48 ton dengan kebutuhan sekitar 5,34 ton, bawang merah 145,93 ton dengan kebutuhan 5,93 ton, serta bawang putih 191,42 ton dengan kebutuhan 9,52 ton. Maka, kelebihan stok ini dapat dikolaborasikan dengan kabupaten lain.

"Bagi yang mengalami kekurangan sehingga distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.

​Sementara itu dikonfirmasi terpisah  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, mengaku bahwa kenaikan harga BBM Pertamax tidak memengaruhi harga bahan pokok di pasaran.

Katanya, baru akan ada dampak terhadap harga bahan pokok kalau BBM Solar yang mengalami kenaikan harga.

"Belum secara signifikan mengungkit kenaikan harga. Kalau solar naik baru akan terasa," jelasnya Kamis (11/6/2026).

​Wiryanata memaparkan, berdasarkan hasil pemantauan harga kebutuhan pokok masyarakat melalui aplikasi SIGAPURA Bali, kondisi harga komoditas strategis di Provinsi Bali masih relatif terkendali meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

​Dari kelompok bahan pangan, harga daging babi tercatat sebesar Rp83.643/kg dan mengalami penurunan sebesar 0,89 persen.

Kemudian, harga daging ayam ras sebesar Rp40.328/kg atau turun 0,78 persen, sedangkan harga minyak goreng sebesar Rp21.009/liter turun 0,16 persen. Harga daging sapi has luar relatif stabil pada kisaran Rp122.565/kg.

Baca Juga: Pemprov Bali Dorong Regulasi Ketat Putus Rantai Konten Kekejaman Hewan di Medsos, Begini Bahayanya

​Sayangnya, komoditas pertanian dan pangan menunjukkan tren kenaikan yang tinggi, antara lain bawang putih yang mengalami kenaikan tertinggi sebesar 19,06 persen menjadi Rp38.897/kg, diikuti kangkung naik 7,2 persen menjadi Rp7.907/kg, bawang merah naik 5,02 persen menjadi Rp47.966/kg, serta jeruk lokal naik 2,06 persen menjadi Rp17.023/kg.

Sementara itu, harga cabai merah besar justru mengalami penurunan sebesar 5,29 persen menjadi Rp49.218/kg, sedangkan cabai rawit merah naik tipis 0,65 persen menjadi Rp73.649/kg.

​"Untuk komoditas lainnya, harga telur ayam ras mengalami kenaikan sebesar 0,49 persen menjadi Rp28.169/kg. Harga ikan tongkol relatif stabil pada Rp35.218/kg. Sementara harga gula pasir turun 0,82 persen menjadi Rp18.339/kg dan tepung terigu relatif stabil pada Rp12.397/kg," jelasnya.

​Wiryanata menegaskan, hasil pemantauan menunjukkan pasokan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan masih dalam kondisi aman dan harga sebagian besar komoditas berada dalam kondisi stabil.

Kendati ada komoditas yang mengalami kenaikan harga, khususnya bawang putih, bawang merah, cabai rawit merah, dan telur ayam ras. Disperindag juga akan terus memantau sayuran tertentu.***

Editor : M.Ridwan
#Harga Perrtamax Naik #kebutuhan pokok #provinsi bali #Kenaikan harga BBM