DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Pemulangan jemaah haji Indonesia musim 1447 H / 2026 M yang dilakukan secara bertahap memicu evaluasi dari berbagai pihak daerah.
Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bali, Moh. Ruslan, secara terbuka mendesak otoritas terkait agar proses kepulangan jemaah haji asal Bali di masa depan dapat langsung mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS), tanpa harus menempuh jalur darat yang melelahkan dari Surabaya.
Selama ini, rute kepulangan jemaah haji resmi asal Bali dikoordinasikan langsung oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Bali dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Sesuai jadwal debarkasi nasional, jemaah haji Bali harus mendarat terlebih dahulu di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke Bali menggunakan bus.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Moh. Ruslan di sela-sela menyambut kedatangan jemaah haji asal Kota Denpasar di Terminal Ubung, Denpasar.
Tokoh muda asal Kampung Wanasari Denpasar ini menilai transisi perjalanan dari pesawat ke bus antarprovinsi sangat menguras energi jemaah yang sudah beribadah panjang di Tanah Suci.
"Hal ini membuat jemaah haji tambah kelelahan dan menguras tenaga setelah mereka melakukan ibadah panjang dan perjalanan yang cukup melelahkan. Tahun depan kami berharap, setelah sampai di Juanda, jemaah haji asal Bali bisa langsung berangkat ke Bandara Ngurah Rai menggunakan pesawat," ujar Ruslan yang baru saja terpilih sebagai Presidium KAHMI Bali seminggu lalu.
Menurut Ruslan, usulan penerbangan langsung atau lanjutan (connecting flight) ke Bali sangat rasional untuk diwujudkan.
Ia menunjuk Kabupaten Badung sebagai contoh wilayah di Bali yang sudah sukses menerapkan skema transportasi udara pulang-pergi (PP) dari Bali menuju Embarkasi Surabaya bagi jemaah jemaahnya.
"Saat ini sudah ada Kanwil khusus Haji (Kemenag). Tentu ini harus dikoordinasikan dengan seluruh Kabupaten/Kota di Bali agar ke depan jemaah haji asal Bali tidak perlu naik bus lagi dari Juanda menuju Bali," tambah Ruslan.
Berdasarkan data operasional resmi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, berikut adalah rincian pergerakan dan kuota jemaah haji Bali pada musim haji tahun 2026.
Total Kuota Keberangkatan680 Jemaah (setelah penyesuaian mutasi keluar-masuk dari kuota awal 698)
Jumlah ini setelah Pembagian Kelompok Terbang terbagi ke dalam 2 Kloter:
SUB 70 & SUB 71Bandara Embarkasi / Debarkasi
Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Daerah Asal Jemaah TerbanyakKota Denpasar (221 Jemaah).***
Editor : M.Ridwan