DENPASAR, Radar Bali .id– Kabar gembira bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Bali yang sedang berburu hunian impian. DPD Realestate Indonesia (REI) Bali bersiap memanjakan para pemburu properti.
Yakni dengan menggelar ajang bergengsi Rakerda dan Expo pada hari Sabtu, 4 Juli 2026 mendatang di Kota Denpasar.
Pameran akbar ini dirancang khusus untuk mempertemukan langsung para developer tepercaya dengan para konsumen yang ingin memiliki hunian layak di Pulau Dewata.
Sekretaris Jenderal DPD REI Bali, I Ketut Sony Sasana, 45, mengungkapkan bahwa sektor properti sejauh ini terus memberikan kontribusi dan dampak yang sangat signifikan bagi urat nadi perekonomian di Bali. Menurutnya, saat ini pertumbuhan ekonomi Bali berjalan sangat positif dan stabil. Kondisi ini berbanding lurus dengan tingginya gairah serta animo masyarakat yang mendambakan hunian milik sendiri.
Meskipun dinamika ekonomi bergulir, tingkat permintaan di ceruk pasar properti terbukti belum surut. ”Permintaan properti di Bali saat ini masih sangat tinggi dan tren penjualannya masih sangat bagus. Baik untuk segmen rumah komersil, rumah subsidi, maupun produk villa," ujar I Ketut Sony Sasana saat ditemui di kantor DPD REI Bali, Denpasar pada hari Selasa, 30 Juni 2026.
Lebih lanjut Sony menjelaskan, pihaknya sangat memahami tantangan riil yang dihadapi generasi muda atau kaum milenial Bali saat ini. Demi menyiasati daya beli yang harus berkejaran dengan gaya hidup, DPD REI Bali menelurkan strategi jitu berupa penyesuaian harga melalui rekayasa tipe atau ukuran bangunan rumah.
Langkah ini diambil agar harga properti tetap membumi dan ramah di kantong anak muda lokal. ”Kami memiliki strategi khusus agar rumah bisa dilepas dengan harga terjangkau. Salah satunya dengan memperkecil ukuran bangunan. Di wilayah Denpasar, misalnya, kita buat strategi dengan membangun rumah tipe 50 atau tipe 60. Ini komitmen kami biar anak muda Bali tetap bisa punya rumah sendiri," tambahnya.
Bagi anak muda yang memiliki keterbatasan anggaran, Sony menyarankan untuk membidik program rumah subsidi. Melalui regulasi pemerintah, karyawan dengan skala gaji di bawah Rp 8 juta per bulan diberikan karpet merah untuk mengakses rumah subsidi dengan skema tenor yang sangat panjang dan angsuran ringan.
Untuk di Bali sendiri, kantong-kantong pengembangan rumah subsidi ini masih tersedia luas di kawasan Kabupaten Tabanan hingga Kabupaten Buleleng.
Melalui ajang REI Expo 2026 nanti, masyarakat tidak hanya bisa berburu informasi mendalam mengenai jenis properti yang dibutuhkan, tetapi juga bisa meraup berbagai macam bonus dan promo potongan harga yang menarik.
Di sisi lain, Koordinator BRI REI Bali Expo 2026, Arip Hendra, 39, membeberkan peta harga properti terkini di kawasan-kawasan premium. Saat ini, harga rata-rata rumah tapak di Kota Denpasar sudah bertengger di kisaran mulai dari Rp 1,3 miliar. Sementara untuk kawasan Kabupaten Badung, khususnya di wilayah magnet pariwisata Kuta Selatan, harganya sudah menembus angka rata-rata Rp 2,1 miliar.
”Kalau untuk unit rumah dengan harga di bawah Rp 900 juta sebenarnya masih ada, tapi jumlah unitnya sudah sangat terbatas. Nah, yang paling gemuk dan banyak diminati pasar saat ini adalah rentang harga Rp 900 juta sampai Rp 1,3 miliar," beber Arip Hendra. Dalam expo nanti, para developer yang bernaung di bawah bendera REI Bali dipastikan akan jor-joran memperkenalkan produk properti teranyar dengan harga yang lebih kompetitif.[*]
Editor : Hari Puspita