DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Kapal Cepat rute Banyuwangi–Denpasar sepi peminat sehingga berhenti beroperasi pada Januari lalu. Padahal, kapal ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas, terutama saat mudik Lebaran Idulfitri.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, Ketut Sriawan, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi kemarin (5/7/2026).
Kapal cepat itu berhenti beroperasi karena hanya diminati oleh wisatawan. Sementara itu, warga lokal kemungkinan lebih memilih kendaraan pribadi untuk memudahkan mobilitas mereka di tempat tujuan.
"Ya, berhenti beroperasi, padahal kapal ini berfungsi untuk mengurangi kemacetan," kata Sriawan.
Kendati telah diberhentikan sementara sejak Januari 2026, hingga kini belum ada surat pemberitahuan resmi. Oleh karena itu, Sriawan masih menunggu kepastian.
Adapun total jumlah penumpang Kapal Express Bahari yang naik dari Pelabuhan Serangan sejak Juli 2025 hingga Januari 2026 adalah sebanyak 2.884 orang. Selama periode tersebut, kapal juga sempat menjalani perawatan (docking) pada Oktober 2025.
Jika melihat jumlah penumpang per bulannya, sejatinya sempat terjadi peningkatan. Pada Juli 2025, kapal cepat itu mengangkut sebanyak 243 penumpang dari Pelabuhan Serangan.
Kemudian, jumlahnya meningkat pada Agustus 2025 menjadi 593 penumpang. Selanjutnya, pada September 2025 tercatat 772 penumpang, dan pada Oktober 2025 kapal tidak beroperasi karena masa docking (0).
Saat kembali beroperasi pada November 2025, jumlah penumpang turun drastis menjadi hanya 36 orang. Namun, pada akhir tahun, yakni Desember 2025, angkanya melonjak menjadi 825 penumpang.
Terakhir, pada Januari 2026 tercatat sebanyak 415 penumpang.
"Berakhir per bulan Januari karena sepi penumpang. Untuk selanjutnya, belum ada surat secara resmi terkait kelanjutannya," terang Sriawan kemarin.
Seperti diketahui, Kapal Cepat Express Bahari rute Banyuwangi–Denpasar mulai menjalani uji coba perdana pada Rabu, 23 Juli 2025. Moda transportasi ini digadang-gadang menjadi terobosan untuk mengakomodasi kebutuhan para pelancong karena dapat memangkas waktu perjalanan.
Kapal cepat ini hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 2,5 jam, jauh lebih cepat dibandingkan dengan transportasi darat yang bisa menghabiskan waktu hingga 5 jam.
Sebelumnya, kapal ini dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Banyuwangi pukul 09.00 WITA dan tiba di Pelabuhan Serangan, Kota Denpasar, sekitar pukul 11.30 WITA.
Harga tiket untuk rute Banyuwangi–Denpasar dibanderol mulai dari Rp225.000. Sedangkan untuk rute Denpasar–Banyuwangi, harga tiket dipatok mulai dari Rp235.000.***
Editor : M.Ridwan