Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Waspada! BMKG Rilis Peringatan Gelombang 2,5 Meter di Jalur Penyeberangan Bali Hari Ini

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 13 Juli 2026 | 10:32 WIB
ilustrasi gelombang di perairan laut Sanur, Denpasar, beberapa waktu lalu. (Miftahuddin/Radar Bali)
ilustrasi gelombang di perairan laut Sanur, Denpasar. (Miftahuddin/Radar Bali)

 

RADAR BALI – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Bali.

Masyarakat, nelayan, serta operator kapal penyeberangan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya potensi angin kencang dan peningkatan tinggi gelombang laut yang bisa mencapai 2,5 meter di beberapa jalur penyeberangan utama.

Berdasarkan data prakiraan cuaca maritim terbaru yang berlaku mulai Senin (13/7/2026) pukul 20.00 WITA hingga Selasa (14/7/2026) pukul 20.00 WITA, pergerakan angin kencang bertiup dari arah Timur-Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 37 kilometer per jam.

Dampak dari embusan angin ini memicu peringatan dini di tujuh kabupaten/kota di Bali yang meliputi Badung, Buleleng, Denpasar, Gianyar, Jembrana, Klungkung, dan Tabanan.

Warga di ketujuh daerah tersebut diminta waspada terhadap potensi pohon tumbang, baliho roboh, serta gangguan aktivitas luar ruangan akibat empasan angin kencang.

Situasi ini berdampak langsung pada kondisi perairan di sekeliling Pulau Dewata. Sementara Perairan Utara Bali terpantau relatif aman dengan ketinggian gelombang berkisar 0,5 hingga 1,0 meter, kondisi kontras terjadi di wilayah selatan dan timur yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia dan Selat Lombok.

Peningkatan signifikan tercatat pada jalur penyeberangan Sanur menuju Nusa Penida. Sempat diprediksi masuk kategori rendah pada pagi hari, data grafis maritim malam ini menunjukkan tinggi gelombang melonjak ke kisaran 1,25 hingga 2,5 meter (kategori sedang) dengan kecepatan angin mencapai 2 hingga 25 knot.

Kondisi serupa melanda jalur penyeberangan Padangbai menuju Lembar di Selat Lombok. Area pelabuhan mungkin masih menyentuh riak aman, namun saat kapal mulai memasuki wilayah tengah selat, tinggi gelombang diprediksi meningkat hingga 2,5 meter akibat embusan angin berkecapatan 2 hingga 20 knot.  

Meski demikian, tidak semua titik penyeberangan mengalami lonjakan gelombang. Jalur Padangbai menuju Nusa Penida serta rute tambahan Kusamba menuju Nusa Penida dilaporkan masih relatif lebih tenang dengan estimasi tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter (kategori rendah).

Sementara itu, perairan Selat Bali di jalur penyeberangan Ketapang menuju Gilimanuk menjadi titik paling aman dengan ketinggian gelombang yang sangat tenang, yakni hanya 0,1 hingga 0,5 meter meski kondisi langit cenderung berawan tebal.  

Secara umum, cuaca di daratan sebagian besar wilayah Bali sebenarnya masih sangat bersahabat, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Suhu udara berada di angka 19 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan 60 hingga 90 persen, yang artinya masih sangat kondusif untuk aktivitas pariwisata luar ruangan.

Namun, BMKG tetap meminta para pengguna jasa transportasi laut dan nelayan tradisional di pesisir selatan dan timur untuk tidak lengah dan selalu memantau instruksi terbaru dari otoritas pelabuhan sebelum melakukan pelayaran.  ***

Editor : Ibnu Yunianto
cuaca bali hari ini BMK G Bali Penyeberangan Sanur Nusa Penida pelabuhan padangbai Gelombang Tinggi Bali