DENPASAR, radarbali.jawapos.com — Perkembangan transportasi umum di Bali dinilai mengalami “stunting” atau tengkes karena lahir tetapi tidak tumbuh. Sudah 15 tahun sejak era Gubernur Mangku Pastika bus Sarbagita mengaspal di Bali. Namun, hingga kini tidak ada penambahan koridor maupun trayek yang signifikan.
Kondisi tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk Bali Bicara: Masa Depan Transportasi Publik Bali yang digelar World Resource Institute (WRI) Indonesia bersama Universitas Warmadewa di Fakultas Teknik Universitas Warmadewa, Denpasar, Kamis (27/8/2026).
Diskusi yang dimoderatori oleh Ni Komang Yuko Utami dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Denpasar ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten.
Diantaranya, Anggota Komisi V DPR RI Irene Yuslana Roba Putri, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Kadek Mudarta, Dyah Rosalina dari Forum Diskusi Transportasi Bali, dan Halqal Rizaldi selaku Bali Transportasi Decarbonization Project Lead WRI Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), I Made Rai Ridartha, menyoroti kurangnya keseriusan dalam mengembangkan transportasi publik. Ia mencontohkan salah satu kampus terbesar di Bali, yakni Universitas Warmadewa, yang belum dilalui rute bus Trans Metro Dewata atau Sarbagita.
Dengan penambahan rute ke kawasan kampus dapat mendongkrak jumlah penumpang.
“Bali punya potensi yang spesial, perlakuan pusat kepada Bali harus spesial. Soal transum kita harus lebih lantang kepada pemerintah pusat untuk transportasi publik memadai dan memumpuni,” sentil Rai yang hadir sebagai penanggap, seraya menyebut idealnya saat ini sudah ada 34 trayek setelah berjalan 20 tahun transportasi umum.
Menanggapi kritik tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Irene Yuslana Roba Putri menegaskan, kendati kondisi transportasi umum di Bali mengalami stunting, layanan angkutan umum tetap menjadi sebuah keharusan demi keadilan sosial sehingga tidak ada istilah mundur.
Ia menekankan agar subsidi untuk transportasi publik tidak dihentikan dan postur anggaran harus berpihak pada sektor ini.
“Kalau soal transportasi publik kita harus boleh berteriak lebih lantang ke pemerintah pusat untuk bisa mendukung layanan transportasi publik memadai,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini. Ia menambahkan, tidak ada daerah tertinggal, jangan ada yang kesulitan harus dilayani secara keadilan. “Forum ini seperti harus terus dilakukan senjata ampuh,” tegasnya.
Baca Juga: Polemik Pendataan Perlinsos Denpasar, Warga Kurang Mampu Masuk Desil Tinggi, Ini Dugaan Penyebabnya
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, memastikan keberlanjutan transportasi publik harus terus berlanjut karena tidak ada cara mengurangi kemacetan tanpa angkutan umum.
Menurutnya, pembangunan jalan baru hanya menunda masalah tanpa menyelesaikan akar persoalan jika tidak diimbangi pengembangan angkutan umum.
“Kita berpikir menyelesaikan kemacetan dengan membangun jalan kalau kacamata saya pribadi adalah itu menunda permasalahan untuk beberapa tahun ke depan tanpa diimbangi dengan pengembangan angkutan umum akan menghadirkan masalah lebih besar lagi ke beberapa tahun ke depan,” ungkap Mudarta.
Ia juga menyoroti perubahan pola mobilitas masyarakat yang kini terlalu bergantung pada kendaraan pribadi hingga enggan berjalan kaki.
“Dulu saya jalan kaki ke sekolah 3 kilometer biasa. Sekarang saya antar anak sekolah jalan kaki 700 meter sudah banyak yang menawari tumpangan. Jadi sekarang jalan kaki tidak umum,” tutur Mudarta.
Terkait sebutan transportasi umum seperti stunting, Mudarta mengakui bahwa layanan saat ini baru menjangkau sekitar 10 persen wilayah di kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan).
Guna memperluas jangkauan tersebut, pihaknya berencana menghadirkan kendaraan pengumpan (feeder) sebagai konektivitas antarwilayah.
“Itu sekitar 10 persen jangkauannya. Saat ini backbone-nya sudah tersedia bus-bus sudah tetapi menjangkau daerah lebih luas perlu dilakukan perbaikan salah satunya penambahan feeder kendaraan kecil tentu mendekatkan layanan ke masyarakat,” ungkap Mudarta usai acara.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com