BADUNG, radarbali.jawapos.com – Hujan terjadi di sejumlah wilayah Bali meski saat ini Pulau Dewata ini masih musim kemarau. Kondisi tersebut sempat menimbulkan pertanyaan di masyarakat karena hujan masih turun di beberapa wilayah, terutama Bali bagian selatan dan tengah.
Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III, Riski D. Saputro, mengatakan hujan yang terjadi saat musim kemarau merupakan kondisi yang masih wajar.
Menurutnya, musim kemarau tidak berarti Bali sama sekali tidak mengalami hujan.
“Secara umum, Pulau Bali masuk musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Tetap akan ada hujan, hanya saja curah hujannya akan lebih sedikit dibandingkan musim hujan,” jelas Riski.
Riski menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan BMKG dalam beberapa hari terakhir, hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Bali dipengaruhi oleh fenomena atmosfer dry intrusion.
Fenomena tersebut merupakan masuknya massa udara dari wilayah subtropis menuju kawasan tropis.
Kondisi ini kemudian berinteraksi dengan kelembapan udara sehingga dapat memicu terbentuknya awan dan menghasilkan hujan.
“Kenapa masih ada hujan terutama di daerah Bali bagian selatan dan tengah, itu karena adanya fenomena dry intrusion,” ujarnya.
Meski berada di tengah musim kemarau, masyarakat masih perlu mengantisipasi perubahan cuaca dalam beberapa hari ke depan. BMKG memperkirakan masih terdapat potensi hujan ringan di sejumlah wilayah Bali.
“Kalau dari pantauan kami, tiga hari ke depan masih ada potensi hujan ringan di wilayah Bali,” kata Riski.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan informasi prakiraan cuaca, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com