Tak Ada Pengurangan, Program MBG di Bali Masih Fokus Sekolah Negeri

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:35 WIB
RELATIF KONDUSIF: Jatah omprengan MBG yang disalurkan ke sekolah-sekolah, di Bali sejauh ini masih menyasar sekolah negeri, ibu hami dan menyusui. (ILUSTRASI MBG/radarbali.id)
RELATIF KONDUSIF: Jatah omprengan MBG yang disalurkan ke sekolah-sekolah, di Bali sejauh ini masih menyasar sekolah negeri, ibu hami dan menyusui. (ILUSTRASI MBG/radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.id — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bali sejauh ini berjalan relatif kondusif tanpa kendala maupun temuan berarti.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali pun memastikan tidak ada pengurangan jumlah penerima manfaat program MBG di wilayah Bali.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Putu Astri Dewi Miranti, MPH, saat dihubungi.

​"Untuk penerima manfaat di Bali tidak ada pengurangan," ujar dr. Putu Astri Dewi Miranti.

​Ia menjelaskan, penerima manfaat saat ini masih difokuskan untuk sekolah-sekolah negeri berdasarkan data KPPG Denpasar. Sekolah swasta sejauh ini belum masuk ke dalam cakupan sasaran program MBG.

​"Info dari KPPG Denpasar, sekolah swasta belum menjadi sasaran MBG," tambahnya.

​Guna mengoptimalkan keterlaksanaan program di lapangan, Dinas Kesehatan Provinsi Bali merumuskan sejumlah poin evaluasi mendasar. dr. Astri membeberkan, prioritas pertama adalah memperkuat koordinasi antara Kantor Regional (Kareg) Bali, KPPG Denpasar, dan Koordinator Wilayah (Korwil) kabupaten/kota dengan Satuan Tugas (Satgas) MBG, baik di tingkat provinsi maupun daerah.

​Selain penguatan koordinasi lintas instansi, evaluasi juga menitikberatkan pada kelengkapan dan keakuratan validasi data penerima manfaat khusus sasaran 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita).

Untuk menjamin ketepatan data tersebut, Dinkes Bali mendorong keterlibatan langsung dari fasilitas kesehatan masyarakat terdekat.

​"Untuk sasaran 3B agar ada keterlibatan puskesmas, pustu, dan posyandu untuk validasi data penerima manfaat," tegas dr. Putu Astri.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.id
Program MBG di Bali sekolah negeri dinas kesehatan provinsi bali