DENPASAR, radarbali.id - Mendaki Bukit Trunyan di Kintamani Bangli, Bali telah menjadi salah satu aktivitas yang viral dan menarik banyak perhatian pendaki, karena selain keindahan alamnya yang luar biasa, Bukit Trunyan ramah bagi pendaki pemula.
Bukit ini terletak di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, bersebelahan dengan gunung abang. Bukit trunyan memiliki ketinggian 1834 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Keindahan panorama Bukit Trunyan yang menjadi salah satu daya tarik utama bukit ini. Keindahan padang rumput yang hijau sekaligus pemandangan danau batur, gunung batur, laut serta tempat yang cocok untuk melihat matahari terbit di timur Pulau Bali.
Untuk mendaki menuju puncak trunyan tersedia beberapa jalur dan estimasi waktu yang beragam tergantung jalur mana yang dilalui.
- Jalur Desar Trunyan
Jalur pendakian ini adalah jalur pendakian paling populer dan sering dilalui oleh banyak pendaki. Jalur ini mengharuskan untuk para pendaki menitipkan kendaraan kepada warga Desa Trunyan di Rumah warga yang menyediakan jasa parkir. Tidak disarankan untuk menggunakan kendaraan roda empat.
Setelah itu pendaki harus mendak bukit kecil menuju base camp Bukit Trunyan, lalu di base camp pendaki diharuskan untuk membayar iuran seharga Rp. 10.000 untuk melanjutkan penadakian.
Estimasi waktu pendakian melalui jalur Desa Trunyan memakan waktu 3 hingga 3,5 jam untuk mencapai puncak trunyan.
- Jalur Tianyar
Untuk mencapai jalur ini sedikit sulit karena harus melalui Desa Tianyar di Timur Bali yang mana cukup jauh jika memulai perjalanan dari Denpasar, Namun keunggulan dari jalur ini adalah estimasi waktu pendakian lebih cepat yaitu 2 hingga 2.5 jam untuk mencapai Puncak Trunyan.
Melalui jalur ini pendaki bisa membawa kendaraannya hingga base camp pembayaran dan tidak perlu lagi untuk mendaki dari bawah bukit, sehingga menghemat waktu dan tenaga untuk mendaki.
Untuk pendakian melalui Jalur Trunyan disarankan menggunakan kendaraan roda dua dan tidak memungkinkan untuk kendaraan roda empat.
- Jalur Gunung Abang
Jalur yang satu ini memang sedikit berbeda karena para pendaki diharuskan untuk mendaki Gunung Abang hingga puncak terlebih dahulu barulah bisa untuk turun menuju puncak Bukit Trunyan.
Hal ini memungkinkan karena Bukit Trunyan bersebelahan dengan Gunung Abang dan ada jalur yang menghubungkan diantara kedua puncaknya.
Baca Juga: Jalan Masih Tertimbun Longsor, Warga Trunyan Terpaksa Naik Perahu
Jalur ini tidak disarankan karena jalur yang lebih sulit juga memakan waktu lebih lama dan tenaga yang ekstra karena harus mendaki dua puncak sekaligus, namun bagi pendaki yang ingin merasakan sensasi mendaki dua puncak dalam waktu yang bersamaan, jalur ini dipersilahkan.
Bagi para pendaki yang ingin menikmati alam indah Pulau Bali sangat direkomendasikan untuk mendaki Bukit Trunyan dan dipersilahkan untuk memulai pendakian melalui jalur mana saja.
Penting untuk para pendaki agar berhati-hati dalam pendakian dan menjaga alam yang begitu indah agar tetap terjaga kelestariannya.***
Editor : M.Ridwan