Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Nah! Dampak Anggaran Terpangkas Efisiensi, CCTV Kominfo Bangli Ngadat hingga Tahun Depan

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:08 WIB
Ilustrasi CCTV (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi CCTV (gambar digital gemini/radar bali)

KINTAMANI, Radar Bali.id – Harapan masyarakat untuk melihat fasilitas keamanan digital yang prima di jalur-jalur utama Kabupaten Bangli tampaknya harus tertahan.

Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfo) Kabupaten Bangli dipastikan gigit jari dan tidak menganggarkan penambahan kamera pengawas (CCTV) baru sepanjang tahun 2026 ini.

Baca Juga: Polres Badung Berikan Apresiasi Dukungan CCTV Diskominfo Pemkab Badung 

Alasannya klasik namun fatal: efisiensi anggaran. Kebijakan ikat pinggang yang ketat ini tidak hanya menghentikan proyek pengadaan, namun juga membuat sejumlah "mata digital" milik Kominfo yang sudah terpasang di jalan raya mati total sejak tahun 2025 lalu.

Baca Juga: Terekam CCTV, Warga Asing  Diduga Gasak Uang Sesari Rp1,8 Juta di Pura Goa Gajah

Kepala Dinas Kominfo Bangli, I Nyoman Murditha, blak-blakan menyebutkan bahwa badai efisiensi anggaran yang mendera Pemkab Bangli beberapa tahun terakhir ini berimbas langsung pada program-program kerjanya. Kominfo terpaksa menyortir ulang program kerja dan mencoret pengadaan CCTV dari skala prioritas.

”Karena efisiensi, kegiatan benar-benar kami fokuskan pada skala prioritas. Tahun ini (2026) tidak ada pengadaan CCTV,” ungkap Murditha terus terang kepada media.

Biaya Operasional Rp200 Juta Lumpuh

Murditha membeberkan, urat nadi operasional CCTV di jalan raya terputus karena Pemkab tidak mampu lagi membiayai jalur komunikasi (bandwith dan jaringan) akibat pemangkasan dana tersebut. Tercatat, ada 8 titik CCTV di jalur utama jalan raya yang kini statusnya 'mati suri'.

”Ada 8 titik di jalan raya (yang tidak aktif). Sementara untuk di internal kantor ada 10 titik, dan kalau untuk yang internal sebagian masih ada yang aktif,” rincinya.

Mengaktifkan mata digital ini rupanya memang memakan biaya yang tidak sedikit. Dinas Kominfo membutuhkan dana segar sekitar Rp200 juta per tahun hanya untuk biaya operasional.

Murditha pun hanya bisa menaruh asa agar roda perekonomian daerah segera membaik, sehingga anggaran segar bisa dikucurkan pada tahun 2027 mendatang untuk menghidupkan kembali fasilitas ini.

Meski demikian, Murditha mengklaim lumpuhnya CCTV di jalan raya belum membawa dampak kriminalitas yang signifikan. Hanya saja, kerja sama 'berbagi pakai' data digital antara Kominfo dan Polres Bangli dalam mengantisipasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjadi sedikit tersendat.

”Komunikasi antisipasi kamtibmas bersama polres memang agak tersendat karena biasanya kalau ada apa-apa kami bisa saling cek CCTV. Tapi syukurlah, sejauh ini tidak ada gangguan keamanan yang berarti di jalur kami. Mudah-mudahan ke depan situasi tetap aman dan kondusif,” harapnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#kamera pengawas #kominfo bangli #cctv #efisiensi anggaran #Keterbatasan Anggaran