KINTAMANI, Radar Bali.id – Pemerintah Kabupaten Bangli mulai tancap gas dalam melakukan akurasi data kemiskinan. Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Pemkab Bangli melaksanakan uji coba terbatas registrasi bantuan sosial (bansos) berbasis digital melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Baca Juga: Alokasi Bansos PIP Bali 2026 Bertambah, Cek Jadwal Cair Termin 2
Langkah ini menyasar masyarakat calon penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako di Desa Kayubihi dan Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli pada Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Gencarkan Transparansi Bansos, Dinas Sosial P3A Buleleng Minta Perbekel Pasang Stiker Tepat Sasaran
Agenda ini menjadi bagian penting dari program Perluasan Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial Tahun 2026 yang diinisiasi oleh pemerintah pusat.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bangli, I Made Ari Pulasari, 48, menjelaskan bahwa digitalisasi ini diharapkan mampu melahirkan proses pendataan serta penyaluran bantuan yang lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran.
Baca Juga: Cara Mengusulkan Diri sebagai Penerima Bansos Melalui Aplikasi Resmi
Perlinsos ini juga dirancang sebagai fondasi awal sistem perlindungan sosial yang terintegrasi secara digital di Kabupaten Bangli.
”Akurasi data adalah kunci utama. Pendataan penerima manfaat harus dilakukan sesuai dengan kondisi riil di masyarakat agar bantuan yang mengalir benar-benar tepat sasaran,” tegas Ari Pulasari.
Mengingat pentingnya validitas data ini, ia meminta seluruh petugas lapangan, mulai dari perangkat desa hingga unsur terkait, untuk bekerja secara objektif dan profesional.
”Data yang akurat ini akan menjadi acuan dasar penentuan penerima berbagai program bantuan sosial, termasuk BPJS dan PKH. Karena itu, kami meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius dan menularkan pengetahuannya kepada petugas lain,” imbuhnya.
Di sisi lain, Dinas Sosial P3A Kabupaten Bangli dipastikan akan terus mengawal dan mengevaluasi masa uji coba ini demi memastikan sistem aplikasi berjalan optimal sebelum diadopsi secara luas.
”Jika ditemukan kendala atau kondisi lapangan yang belum terakomodasi, segera sampaikan masukan sebagai bahan penyempurnaan sistem,” tandasnya.[*]
Editor : Hari Puspita