KINTAMANI, Radar Bali.id - Kondisi Pasar Kidul, pasar legendaris milik Pemkab Bangli, saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Fasilitas publik ini dikeluhkan para pedagang karena mengalami kerusakan fisik yang cukup parah di beberapa titik. Mulai dari bangunan retak yang memicu kebocoran, hingga rusaknya pintu masuk yang membuat pasar kumuh akibat disusupi anjing liar.
Baca Juga: Lantai 2 Pasar Kidul Makin Kumuh dan Sepi, Pedagang Desak PT BMB Lakukan Terobosan
Ketut Suastini, salah seorang pedagang di lantai 2 Pasar Kidul, mengungkapkan bahwa ruko tempatnya berjualan kerap kebanjiran saat hujan turun. Keretakan pada dinding dan atap gedung membuat air hujan merembes bebas.
Baca Juga: 35 Pedagang Terjangkit Covid-19, Pasar Kidul Bangli Disterilisasi
”Tembok dan lantai ruko selalu basah kalau hujan. Sudah saya laporkan ke petugas, tetapi sampai sekarang belum ada penanganan,” keluhnya.
Bukan hanya masalah kebocoran, Suastini juga mengeluhkan banyaknya kotoran anjing yang berserakan di lantai 2 pada pagi hari, sehingga menimbulkan bau tak sedap. ”Sepertinya anjing-anjing liar itu masuk ke dalam pasar saat malam hari karena pintunya rusak,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Ni Putu Srinadi, pedagang yang juga merangkap petugas kebersihan di pasar tersebut. Srinadi memperkirakan ada lebih dari tiga ekor anjing yang kerap menyelinap masuk. Terbukti, setiap pagi ia harus membersihkan kotoran anjing di lebih dari 15 titik.
Proses pembersihan pun tidak mudah karena baunya yang menyengat. ”Agar kotorannya tidak meluber dan menempel di lantai, saya taburkan karbit dahulu. Harga karbit lumayan, Rp2 ribu hanya dapat sedikit sekali. Syukurnya ada pedagang lain yang berbaik hati memberikan karbit tidak terpakai. Selain itu, saya juga pakai sisa irisan daun pandan untuk mengurangi bau,” tuturnya.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur PT Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Anak Agung Wibawa mengaku sudah menerima keluhan para pedagang. Pihaknya menegaskan telah menindaklanjutinya dengan menyetor usulan perbaikan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli.
”Wewenang PT BMB hanya sebatas pengelolaan pasar, sedangkan aset gedung merupakan milik Pemkab Bangli melalui Disperindag. Kami sudah mengusulkan perbaikan menyeluruh untuk kerusakan gedung, perbaikan pintu pasar, hingga penambahan fasilitas tangga menuju lantai 2 di sisi timur agar memudahkan akses pembeli,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Bangli Nasrudin mengungkapkan, Pemkab Bangli baru berencana melakukan revitalisasi total Pasar Kidul pada tahun 2027 mendatang. Pemerintah memplot anggaran sekitar Rp1,8 miliar hingga Rp2 miliar untuk proyek tersebut.
”Kegiatan fisik nanti meliputi perbaikan bangunan pasar, perbaikan pintu, penambahan tangga di sisi timur, serta pembuatan tempat khusus sampah. Untuk sementara waktu, penanganan sampah plastik kami tempatkan dulu di sisi timur lantai 2,” tandasnya.[*]
Editor : Hari Puspita