Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ancaman Kebakaran Hutan Kintamani Mengintai, Bangli Masih Minim Armada Damkar dan Personel

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Kamis, 9 Juli 2026 | 05:48 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi kebakaran hutan. (gambar digital gemini/radar bali)

KINTAMANI, Radar Bali.id – Wilayah Kabupaten Bangli yang membawahi empat kecamatan dan 72 desa/kelurahan dinilai belum ideal dalam hal ketersediaan armada Pemadam Kebakaran (Damkar).

Baca Juga: Bali Mulai Masuk Kemarau, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan dan Kebakaran Lahan di Bulan Agustus

Daerah ini idealnya memiliki sedikitnya 4 unit armada Damkar, mengingat wilayah hutan di Kecamatan Kintamani tergolong rawan mengalami musibah kebakaran saban tahun.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangli, Dewa Agung Suryadarma pada Rabu (8/7/2026) mengungkapkan, saat ini Damkar Bangli baru diperkuat 2 unit mobil pemadam dan 2 unit mobil tangki pendukung.

Baca Juga: Badah! Tak Kunjung Padam, Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Agung Malah Meluas Lagi

Untuk  memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana tersebut, pihaknya mengaku telah mengajukan permohonan ke pemerintah pusat.

”Kami justru baru menerima sinyal bantuan 2 unit mobil double cabin. Namun, tetap kami upayakan agar armada pemadamnya bisa dilengkapi nanti, karena kondisi saat ini kami sangat kekurangan,” terangnya.

Dewa Agung berkeinginan menagagendakan minimal 1 armada pemadam dan 1 mobil tangki yang bisa bersiaga khusus di Kecamatan Kintamani. Musababnya, jarak tempuh dari pos induk di Kota Bangli menuju Kintamani membutuhkan waktu yang cukup lama.

”Apalagi mendekati akhir tahun, potensi kebakaran hutan di Kintamani sangat tinggi. Kebakaran hutan rutin terjadi setiap tahun antara bulan Oktober dan November,” ungkapnya.

Di tengah keterbatasan alat dan armada, upaya pencegahan digenjot melalui sosialisasi masif kepada masyarakat. Warga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan serta dilarang membakar rumput liar untuk membuka lahan baru. ”Saat musim kemarau, rumput kering sangat riskan terbakar dan mudah dipicu oleh hal sepele seperti sampah puntung rokok,” ujarnya.

Kekurangan armada ini juga berimbas pada penempatan personel. Pihaknya mengaku belum bisa menempatkan petugas secara permanen di Kintamani. ”Saat ini kami hanya memiliki 4 regu Damkar dengan kekuatan 7 personel per regu. Kalau menempatkan armada di Kintamani, otomatis harus menyiapkan 4 regu tambahan di sana, sedangkan SDM yang ada saat ini masih terbatas,” pungkasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#damkar #kebakaran hutan #Pemadam #karhutla #bangli