Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Sempat Dirawat Dua Hari, Penyu Hijau akhirnya Mati

Muhammad Basir • Senin, 26 Juni 2023 | 17:05 WIB
TAK TERSELAMATKAN : Sempat dirawat, akhirnya mati. Tampak penyu hijau saat akan dikubur di pantai Desa Perancak.
TAK TERSELAMATKAN : Sempat dirawat, akhirnya mati. Tampak penyu hijau saat akan dikubur di pantai Desa Perancak.

NEGARA, Radar Bali.id - Seekor penyu hijau dewasa ditemukan dalam kondisi lemas di perairan Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan. Setelah sempat mendapat perawatan selama dua hari, akhirnya Chelonia mydas itu mati dan dikubur di pantai Desa Perancak, Minggu (25/6/2023).

Koordinator Pelestari Penyu Kurma Asih Desa Perancak I Wayan Anom Astika Jaya mengatakan, penyu jenis penyu hijau merupakan temuan warga di Perairan Desa Pangyangan, Jumat (23/6) malam. "Saat ditemukan, penyu masih hidup. Mengembang di tepi laut," ujarnya.

Temuan penyu saat warga pasang jaring tersebut,  kemudian disampaikan kepada Pelestari Penyu Kurma Asih Desa Perancak. Kemudian meminta agar penyu dibawa ke Desa Perancak untuk mendapat perawatan oleh dokter hewan. "Sudah ada perawatan dari dokter hewan, karena penyu dalam kondisi lemas," terangnya.

Penyu mendapat perawatan karena di sekujur tubuhnya terdapat teritip. Bahkan parasit pada penyu menyebar sekitar 80 persen dari karapas penyu. Penyu dengan ukuran kebar kerapas 52 sentimeter, panjang kerapas 62 sentimeter. Dengan ukuran tersebut umur 20 tahun.

Karena kondisi fisik penyu dipenuhi teritip, maka tidak dilakukan nekropsi pada penyu. Kematian sudah hampir bisa dipastikan karena teritip pada sekujur tubuh kerapas penyu. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#satwa langka #penyu hijau #perlindungan satwa