TABANAN, radarbali.id– Dinas Pertanian (Distan) Tabanan melalui bidang peternakan dan kesehatan hewan terus menggencarkan vaksinasi masal di desa-desa di Tabanan.
Salah satunya lokasi yang dipilih adalah DTW Alas Kedaton, Desa Kukuh Marga, pada Rabu (5/7). Vaksinasi massal terhadap hewan peliharaan anjing dan kucing di Desa Kukuh Marga dilakukan, mengingat lokasi tersebut berdekatan dengan populasi kera yang ada di DTW Alas Kedaton.
Apalagi sebelumnya sudah adanya kera peliharaan milik warga di Desa Pujungan Kecamatan Pupuan yang positif rabies tertular oleh anjing.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Tabanan drh. I Gde Eka Parta Ariana mengatakan pihaknya melakukan vaksinasi di tiga lokasi di Desa Kukuh Marga salah satu upaya mencegah penularan rabies pada anjing yang akan menularkan ke kera.
Dipilih Desa Marga sebagai lokasi vaksinasi massal disamping jadwal vaksin regular disini. Selain itu Desa Kukuh punya obyek wisata Alas Kedaton yang dihuni para kawanan kera. Agar tidak ada kera tertular rabies oleh anjing rumahan seperti yang terjadi di Pupuan.
“Kendati disini banyak kera, belum kami temukan ada kera yang tertular rabies. Nah ini langkah kongkrit kami mencegah penularan rabies dari anjing ke kera,” ungkapnya.
Dalam vaksinasi massal ini pihaknya menyiapkan 500 dosis vaksin HPR, jika nantinya masih kekurangan vaksin. Maka pihaknya akan menambah kembali. Karena stok vaksin sendiri di Tabanan telah ada 2.500 dosis. “Bahkan Kamis besok (6/7) kami terima vaksin kembali 3.000 dosis di drop Provinsi Bali,” jelas Drh Eka Parta.
Dia menambahkan untuk target vaksinasi dari estimasi jumlah populasi anjing di Kabupaten Tabanan sekitar 62.104 ekor. Sedangkan capaian vaksinasi ini baru menyentuh diangka 54,5 persen. Artinya baru setengah hewan anjing tervaksin.
Semestinya menurut teori harus 85 persen cakupan vaksinasi anjing baru bisa menurunkan kasus rabies di Tabanan dari jumlah target yang sudah ditentukan.
“Sehingga ini dapat menurunkan angka rabies yang berada di 12 desa zona merah rabies di Tabanan,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada mengatakan secara keseluruhan capaian vaksinasi anjing di Bali baru 31,51 persen. Dengan capaian vaksinasi paling rendah itu berada Denpasar dan Gianyar. "Tertinggi vaksinasi masih di Kabupaten Badung sisanya baru daerah lain mengikuti,” ungkapnya.
Kendati masih tingginya kasus rabies di Bali, namun terjadi penurunan kasus kematian dari kasus gigitan anjing gila. Tahun lalu 22 kasus sekarang dengan 4 kasus kematian akibat rabies. Dengan dua kasus di Jembrana, satu kasus di Buleleng dan satu kasus di Badung.
“Artinya jauh menurunkan, namun kami tetap menarget tahun 2024 nol kasus rabies di Bali,” pungkasnya. ***
Editor : M.Ridwan