Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh! Tugu Perjuangan di Pantai Pebuahan Banyubiru Jembrana Terancam Hanyut dan Lenyap Karena Gerusan Abrasi

Muhammad Basir • Senin, 17 Juli 2023 | 01:30 WIB

 

TERANCAM HILANG: Tugu Perjuangan Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, yang terancam hilang karena abrasi.
TERANCAM HILANG: Tugu Perjuangan Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, yang terancam hilang karena abrasi.

NEGARA,radarbali.id - Abrasi pantai pantai di pesisir Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, tidak hanya membuat puluhan rumah warga hancur dan sudah banyak yang hilang. Sebuah monumen untuk mengenang perjuangan pada zaman kemerdekaan, juga terancam hilang.

Bangunan monumen yang diberi nama Tugu Perjuangan Pebuahan sebagai tonggak sejarah untuk mengenang peristiwa perang laut pendaratan pertama Pasukan Makardi pada tanggal 4 April 1946. Tugu tersebut berada di Pantai Pebuahan bercat hitam, merah dan putih. Berbera yang mengelilingi bagian atas tugu juga sudah kusam dan robek.

Saat ini tugu tersebut sudah berada di garis pantai. Padahal sebelumnya, tugu berada jauh dari garis pantai. Bahkan tepat sebelah selatan tugu masih ada jalan, sekolah dan pemukiman warga. Namun saat ini pemukiman warga dan jalan umum sudah hilang tergerus abrasi pantai. "Dulu sebelum abrasi, tugu jauh dari pantai sekitar 50 meter," ujar Klian Banjar Pebuahan Kanzan, Minggu (16/7/2023).

Menurutnya, tugu perjuangan Pebuahan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana atas usulan dari veteran. Karena pada zaman mempertahankan kemerdekaan negara, pasukan pejuang mendarat di Pantai Pebuahan. Sehingga, untuk mengenang sejarah pendaratan pejuang dibangun tugu tersebut.

Menurutnya, abrasi pantai setiap tahun menggerus daratan hingga saat ini tugu perjuangan sudah berada persis di garis pantai. Ketika ombak besar, tugu juga diterjang ombak sehingga dikhawatirkan ambruk dan hilang seperti  rumah -rumah warga yang sudah lebih dulu hilang.

Sementara itu, untuk menangani abrasi yang semakin parah, warga secara swadaya membangun tanggul di pesisir yang tergerus abrasi. Alat berat sebanyak dua unit milik pemerintah kabupaten Jembrana digunakan untuk membangun tanggul dari pasir, batu dan material sisa bangunan milik warga. "Warga gotong royong bangun tanggul," ungkapnya.

Namun tanggul yang dibangun warga tersebut, diprdiksi tidak akan bertahan lama. Karena ombak besar masih diprediksi terjadi hingga beberapa bulan ke depan. "Tanggul sementara saja, agar rumah warga aman  saat ombak besar," terangnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#pantai pebuahan #Banyubiru #negara jembrana #abrasi #Tugu Perjuangan